MIMIKA, (timikabisnis.com)- Pemerintah terus mendorong penguatan pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) Papua agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat asli Papua hingga ke tingkat paling bawah.
Upaya tersebut menjadi salah satu fokus dalam Forum Koordinasi Strategis Percepatan Pembangunan Papua yang diikuti para kepala daerah se-Tanah Papua.
Dalam forum itu, berbagai isu strategis dibahas, mulai dari penguatan implementasi Otsus, tata kelola dana otsus, hingga sinkronisasi program pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah.
Evaluasi dilakukan menyusul masih adanya pandangan masyarakat bahwa pelaksanaan Otsus belum sepenuhnya berhasil melindungi hak-hak Orang Asli Papua dan belum memberikan dampak nyata secara merata.
Masukan serupa juga disampaikan Asosiasi Pencaker Lokal Carstensz Mimika (Apelcemi) saat bertemu Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua, Velix Wanggai. Mereka berharap manfaat otsus tidak hanya dirasakan di lingkup birokrasi, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat.
Menanggapi hal itu, Velix mengatakan pemerintah kini tengah mengevaluasi berbagai program kementerian maupun pemerintah daerah agar implementasinya lebih tepat sasaran dan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat Papua.
” Kami lagi melihat berbagai program kementerian kemudian juga program dari berbagai pemerintah daerah ini bisa menyentuh orang per orang. Ini salah satu poin yang saya pikir topik menarik bagi kami komite,” ujar Velix saat diwawancarai beberapa waktu lalu.”
Selain evaluasi program, pemerintah juga mulai mempertimbangkan skema baru dalam pengelolaan dana otsus. Salah satu opsi yang dibahas yakni kemungkinan pengalokasian sebagian dana otsus untuk bantuan langsung tunai bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas.
Menurut Velix, pola tersebut dapat dipelajari dari kebijakan bantuan sosial di DKI Jakarta yang dinilai mampu membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Skema serupa dinilai berpotensi menjadi solusi alternatif agar dana otsus lebih tepat sasaran dan menyentuh langsung Orang Asli Papua.
Ia menambahkan, Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua saat ini sedang merancang sejumlah model kebijakan yang menyesuaikan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di setiap daerah di Papua.
” Kita bisa melihat masyarakat yang memiliki kapasitas ekonomi terbatas menjadi prioritas utama, sehingga dana otsus benar-benar memberi manfaat langsung bagi masyarakat asli Papua,” tandasnya. (Lyddia Bahy).

