MIMIKA,(timikabisnis.com) – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) bekerja sama dengan Yayasan Rumsram mendorong percepatan sanitasi kampung melalui Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Coaching Pelatihan Fasilitator STBM Kampung yang digelar di Hotel Cendrawasih 66, Mimika, Selasa (10/2/2026).
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas relawan STBM dalam mendukung Program Pemberdayaan dan Kemandirian Kampung Sehat, khususnya dalam pelaksanaan pemicuan, verifikasi data, serta penguatan sarana air bersih di wilayah intervensi.
Wakil Direktur YPMAK, Fery Magai Uamang, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan Yayasan Rumsram atas kolaborasi yang telah terjalin dalam mendorong percepatan akses sanitasi dasar di Kabupaten Mimika.
Ia mengungkapkan, persoalan kesehatan di Mimika masih cukup kompleks, terutama yang berkaitan dengan sanitasi dasar, baik di wilayah pedalaman maupun pesisir.
Menurutnya, sebagian masyarakat masih menjalani pola hidup tradisional sehingga penerapan perilaku hidup bersih dan sehat belum menjadi kebiasaan. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
“Melalui kerja sama ini, kami berkomitmen mendorong percepatan penerapan STBM di wilayah-wilayah intervensi. Harapannya, pelatihan ini dapat meningkatkan pola pikir dan perilaku hidup sehat masyarakat sehingga permasalahan kesehatan dapat ditangani dengan lebih baik,” ujar Fery.
Sementara itu, Direktur Yayasan Rumsram, Ishak Matarihi, mengatakan Yayasan Rumsram terus berkomitmen berkarya dan melayani masyarakat Papua, khususnya di bidang kesehatan. Sejak 2022, Yayasan Rumsram aktif mendampingi masyarakat melalui berbagai program, termasuk STBM.
Dengan pengalaman lebih dari 34 tahun berkarya di Tanah Papua, Yayasan Rumsram bersama pemerintah dan masyarakat terus mendorong percepatan STBM di kampung-kampung dan wilayah terpencil.
Namun demikian, Ishak mengakui bahwa upaya percepatan akses sanitasi dasar masih menghadapi berbagai tantangan dan hambatan. Karena itu, keterlibatan semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, sangat dibutuhkan.
“Persoalan sanitasi dan kesehatan masyarakat bukan tanggung jawab satu pihak saja. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Ia menambahkan, berbekal pengalaman yang dimiliki, Yayasan Rumsram bersama UNICEF juga terus mendorong Kabupaten Mimika menjadi kabupaten Open Defecation Free (ODF) kedua di Tanah Papua setelah Jayapura dan Biak.
“Kami optimistis Mimika mampu mencapai target tersebut dengan dukungan sumber daya yang ada serta kolaborasi bersama pemerintah dan YPMAK,” pungkasnya. (Lyddia Bahy)

