MIMIKA,(timikabisnis.com) – Hari ini, Rabu (5/3/2025), umat Katolik di seluruh dunia merayakan Rabu Abu yang menandai dimulainya masa Pra Paskah. Rabu Abu menjadi awal dari perjalanan tobat selama 40 hari sebelum Paskah, sebuah periode yang penuh dengan refleksi dan persiapan rohani.
Pastor Norbertus Broery Renyaan,OFM menjelaskan, Sebagai umat katolik, kita mengawali masa puasa dengan menerima abu sebagai lambang pertobatan.
Pastor Norbertus Broery Renyaan,OFM mengingatkan agar umat Katolik untuk menjalani empat hal ini selama masa Pra Paskah, yaitu pertama beramal, berdoa, berpuasa dan bertobat.
“Jadi empat hal ini perlu dijalankan dengan baik. Dengan berdoa kita semua akan memperdekat hubungan kita dengan Tuhan, dengan berpuasa kita mengandalkan Tuhan dalam hidup kita, dengan beramal iya kita berbagi, berbuat baik bagi orang lain, sesama yang ada di sekitar kita, lalu dengan bertobat, kita bertobat dari kebiasaan cara hidup kita yang tidak sejalan dengan Tuhan, supaya kita hidup menurut apa yang Tuhan mau bagi kita,”jelas Pastor Norbertus Broery Renyaan,OFM kepada wartawan usai memimpin misa Rabu Abu di Gereja St. Petrus SP 1 Timika – Mimika – Papua Tengah, Rabu (5/3/2025).
Jadi di masa Pra Paskah ini,masa khusus umat Katolik mempersiapkan diri untuk merayakan Paskah Kristus yang jatuh pada tanggal 20 April 2025.
“Sehingga pada kesempatan baik ini, umat Katolik harus memahami Bacaan bacaan yang kita dengar tadi karena sangat membantu kita.Bagaimana puasa itu bagi kita,” pungkasnya. (Red)

