MIMIKA, (timikabisnis.com)- Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menyoroti masih rendahnya realisasi anggaran serta capaian fisik pelaksanaan program di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius mengingat tahun anggaran terus berjalan, sementara progres pelaksanaan kegiatan di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) belum menunjukkan hasil yang sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Hal itu disampaikannya saat memberikan arahan pada apel gabungan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika, Senin (27/7/2026).
Berdasarkan data dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), realisasi keuangan hingga 20 Juli 2026 baru mencapai 27,4 persen, sementara realisasi fisik berada di angka 35 persen.
Capaian tersebut dinilai masih jauh dari target, meski dalam dua pekan terakhir perangkat daerah telah diberi ruang untuk fokus bekerja tanpa agenda evaluasi rutin.
“Saya berharap kita tidak main-main lagi. Tahun anggaran terus berjalan, tetapi realisasi kita masih rendah. Tolong ini benar-benar menjadi perhatian seluruh OPD,” tegas Emanuel.
Selain rendahnya realisasi anggaran secara keseluruhan, Wabup juga menaruh perhatian pada penyerapan belanja modal yang hingga saat ini baru mencapai sekitar 3 persen. Hal yang sama juga terjadi pada Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Sehingga ia meminta seluruh pimpinan OPD segera mengidentifikasi hambatan yang menyebabkan lambatnya pelaksanaan program dan mempercepat langkah penyelesaiannya.
Emanuel mengingatkan bahwa rendahnya penyerapan anggaran telah menjadi sorotan masyarakat dan berpotensi menjadi pembahasan dalam berbagai forum evaluasi pemerintahan.
Karena itu, ia menghimbau seluruh jajaran bekerja lebih maksimal agar target pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dapat tercapai sesuai rencana.
“Kita mendapat sorotan yang luar biasa dari masyarakat. Karena itu saya minta seluruh OPD segera mempercepat realisasi anggaran dan program agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (Lyddia Bahy).

