Timika (timikabisnis) – Peresmian dan Pentahbisan Gedung Gereja GPdI Jemaat Filadelfia SP 5 dihadiri Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob yang sekaligus meresmikan Gereja tersebut, Sabtu (12/6).
Dalam sambutannya John Rettob, mengingatkan warga jemaat yang hadir, untuk tetap menerapkan prokes karena masih dalam masa pandemi.
Selanjutnya wabup berharap Jemaat GPdI dapat menjaga kekompakan, dan bersama pemerintah membangun daerah sebagai wujud cinta kepada Tuhan. Wabup juga mengajak untuk tetap menunjukkan identitas sebagai umat Tuhan.
Dalam menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan kedepan, warga jemaat yang merupakan bagian dari masyarakat Mimika, diharapkan menjaga toleransi antar umat beragama, sehingga tercipta solidaritas daerah yang betul-betul damai dan saling menghargai.
” Saat ini di Papua ada beberapa persoalan diantaranya masalah otsus kemudian pemekaran ada yang menerima dan ada yang menolak, ada juga kasus penembakan, saya berharap Jemaat tidak terpengaruh hal-hal yang tidak baik, dan berdoa kepada Tuhan agar diberikan yang terbaik untuk Papua.
Sementara itu ketua Majelis Daerah GPdI. Pdt. Timotius Dawir, STh, MTh mengatakan Gereja Jemaat Filadelfia SP 5 merupakan gereja ke 86 yang diresmikan dibawah naungan GPdI.
Majelis Daerah meminta kepada gembala jemaat agar gereja tetap terbuka bagi semua golongan masyarakat untuk beribadah. Layani siapa saja, doakan siapa saja dan hendaknya Gereja ini menjadi berkat bagi semua orang, katanya.
Gereja GPdI Jemaat Filadelfia SP 5 hendaknya menjadi rumah doa bagi warga sekitar dan hendaknya jumlah jemaat semakin bertambah dan bertumbuh dalam iman.
Gembala Jemaat Filadelfia, Pdt. Albert Solon, dalam kesaksiannya menceritakan awal mula pelayanannya di SP 5, kemurahan Tuhan melalui Alm. Pdt Pattiasina yang mengutusnya ke SP 5.
Pelayanannya dimulai 17 Agustus 2009. Gereja selesai dibangun pada tahun 2015, tak lupa Pdt.Albert berterimakasih kepada kepada Alm. Pdt Pattiasina dan keluarga dan rekan sekerja yang sudah mendukung dalam pembangunan gereja ini.
Prosesi peresmian diawali dengan pembukaan selubung papan nama oleh Wabup Johannes Rettob dilanjutkan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita.
Pendeta Timotius menekankan pentingnya ucapan syukur dalam segala hal, Firman Tuhan, dalam segala sesuatu naikkanlah ucapan syukur walaupun kita sering mendapati kegagalan, maka Tuhan akan melakukan apa yang menjadi bagiannya.
“Gereja ini jadi bukan oleh kuat, kegagahan dari manusia, tapi semua ini karena kemurahan Tuhan” kata Timotius. (don)

