Massa demo masyarakat Amungme yang tergabung Tim Penolakan pembangunwn perusahaan Migas di Agimuga Kabupaten Mimika, Papua Tengah saat menggelar aksi demo di kantor DPRD Mimika, Senin (30/10/2023) /Foto : husyen opa
TIMIKA, (timikabisnis.com) – Tolak masuknya perusahaan yang akan mengelola sumber Minyak dan Gas (Migas) di Distrik Agimuga, kabupaten Mimika, Papua Tengah, puluhan warga suku asli Amungme menggelar aksi demo ke kantor DPRD Mimika, kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (30/10/2022).
Massa pendemo yang terdiri warga masyarakat Agimuga, Lembaga Adat Suku Amungme (Lemasa), Yahamak, Tokoh masyarakat, Mahasiswa, Kaum Pemuda dan Intelektual serta hadir pula Kepala kampung Agimuga Yohanis Tsolme tersebut, diterima oleh Wakil Ketua I DPRD Mimika, Aleks Tsenawatme, S. AB, dan turut hadir anggota dewan lainnya, Karel Gwijangge, Alousius Paerong, Thobias Maturbongs dan Mathius Uwe Yanengga.
Massa yang menggelar aksi demo di depan pintu gerbang kantor DPRD Mimika dengan membawa sebuah spanduk besar yang bertuliskan “Kami masyarakat adat di Timika dengan tegas menolak pembukaan pertambangan Migas di Agimuga”.
Sejumlah orator dari massa pendemo diantaranya, Damaris Onawame, Otis Tabuni, Anton Kobogau, Natalis Elogo, Fransiska Pinimet, Ketua Lemasa Yan Magal, Agus Anggaibak, hingga Kepala Kampung Agimuga Yohanis Tsolme, yang menyatakan dengan tegas menolak rencana beroperasinya perusahaan yang akan mengelola Migas di Agimuga.
Koordinator aksi demo Damaris Onawame dihadapan anggota DPRD Mimika membacakan enam tuntutan atau aspirasi, pertama segera cabut ijin lelang pembangunan perusahaan migas di Agimuga.
Kedua, mendukung semua perjuangan masyarakat adat di seluruh di wilayah Papua. Ketiga, selesaikan pelanggar ham mulai dari Tahun 1967 sampai sekarang.
Keempat, segera hentikan rencana pemekaran kabupaten Agimuga. Kelima, segera hentikan 89 kontraktor yang akan beroperasi di tanah Amungsa. Keenam, kami mendukung perjuangan masyarakat adat di Indonesia, Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Maluku dalam perampasan lahan oleh investor.
Anton Kobogau mewakili mahasiswa dan intelektual Amungme berharap agar aspirasi yang telah disampaikan ke DPRD Mimika agar benar benar diperjuangkan dan diteruskan sehingga aspirasi penolakan terhadap rencana perusahaan migas di Agimuga dapat dihentikan.
Menanggapi tuntutan dan aspirasi massa, Wakil Ketua I DPRD Mimika, Aleks Tsenawatme S. AB menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang sudah datang menyampaikan aspirasi terkait penolakan terhadap beroperasinya perusahaan migas di Agimuga.
“Apa yang disampaikan warga ini sangat baik, karena dengan isu sebagian dewan belum tahu hal ini. Dewan baru tahu hal ini bila dari demo saat ini, intinya aspirasi dan tuntutan masyarakat kami terima dan selanjutnya akan kami tindak lanjuti sesuatu dengan perundang-undangan dan sesuai mekanisme di lembaga Dewan, “jawab Aleks Tsenawatme.
Sementara anggota DPRD Mimika lainnya, Karel Gwijangge, S.AB meminta warga untuk bisa menyebutkan nama perusahaan yang akan mengelola Migas di Agimuga sehingga dewan nantinya bisa memanggil dan berkoordinasi dengan perusahaan yang bersangkutan.
Setelah menyerahkan enam tuntutan dan aspirasi kepada Wakil Ketua I DPRD Mimika, Aleks Tsenawatme, massa akhirnya membubarkan diri meninggalkan kantor DPRD Mimikw secara damai . (opa)
