MIMIKA,(timikabisnis.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika resmi menetapkan empat Panitia Khusus (Pansus) dalam Rapat Paripurna yang digelar di Ruang Rapat Paripurna Lantai Tiga Gedung DPRK Mimika, Rabu (25/2/2026).
Rapat tersebut dipimpin Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapreyau, didampingi Wakil Ketua I, Asri Akkas, serta dihadiri para anggota dewan lainnya.
Dalam sambutannya, Primus Natikapreyau mengatakan bahwa hari ini adalah momentum penting bagi DPRK Mimika dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penyelasaian masalah masalah krusial di Kabupaten Mimika melalui penetapan keanggotaan panitia khusus (Pansus).
“Kita baru menyelesaikan proses administrasi dan konstitusional yang penting, yakni penetapan keanggotaan empat Panitia Khusus DPRK Mimika. Ini bukan sekadar seremoni, tetapi mandat rakyat yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Adapun empat Pansus yang ditetapkan, yakni:
Pansus Penanganan Sengketa Tapal Batas di Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah,Pansus Penanganan Masalah Air Bersih, Pansus Penanganan Mogok Kerja Karyawan PT Freeport Indonesia, Privatisasi, dan Kontraktor,
Pansus Penanganan Konflik di Kwamki Narama dan Distrik Jila.
Primus menginstruksikan seluruh anggota Pansus agar segera bergerak cepat menindaklanjuti tugas yang diberikan.
Untuk Pansus sengketa tapal batas di Kapiraya, ia menekankan pentingnya perlindungan administrasi dan hukum atas setiap jengkal wilayah di Distrik Mimika Barat Tengah agar tidak memicu konflik dan menghambat pelayanan publik.
Sementara Pansus air bersih diminta mengidentifikasi hambatan teknis maupun manajerial agar masyarakat Mimika tidak lagi kesulitan mendapatkan akses air bersih.
Terkait Pansus mogok kerja PT Freeport Indonesia, privatisasi dan kontraktor, DPRK meminta tim tersebut menjadi jembatan yang adil antara pekerja dan manajemen, dengan tetap menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Adapun Pansus konflik Kwamki Narama dan Distrik Jila diharapkan mampu menggali akar persoalan serta merekomendasikan langkah rekonsiliasi demi terciptanya kedamaian sebagai fondasi pembangunan.
Ketua DPRK Mimika juga mengingatkan bahwa waktu kerja Pansus terbatas, sementara harapan masyarakat sangat besar. Karena itu, ia meminta seluruh anggota bekerja secara kolektif, kolegial, transparan, dan mengutamakan kepentingan rakyat.
DPRK Mimika kata Primus, turut mengharapkan kerja sama dari pihak eksekutif, manajemen PT Freeport Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan data dan informasi yang akurat guna mendukung kinerja Pansus.
“Dengan penetapan tersebut, diharapkan berbagai persoalan strategis di daerah dapat ditangani secara komprehensif dan menghasilkan rekomendasi yang konkret bagi kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Berikut Susunan Komposisi Personalia Anggota Pansus*
A. Pansus Tapal Batas :
1.Ketua: Dominggus Kapiyau
2. Wakil Ketua: Frederikus Kemaku
3. Sekretaris: Rampeani Rachman
4. Anggota: Yoseph Erakipia, Yuliana Dice Amisim, Iwan Anwar, Mariunus Tandiseno, Dolfin Beanal, Dessy Putrika Ross Rante, Herman Gafur, Adrian Andhika Thie
B. Pansus Air Bersih :
1. Ketua: Rizal Pata’dan
2. Wakil Ketua: Agustinus W. Murib
3. Sekretaris: Federina Matirani
4. Anggota: Benyamin Sarira, Elias Rande Ratu, Daud Bunga, Herman Tangke Pare, Anthon Pali, Bilianus Zoani, Simson Gujangge
C. Pansus Karyawan Moker PT.FI privatisasi,dan kontraktor
1. Ketua: Derek Tenouye
2. Wakil Ketua: Abrian Katagame
3. Sekretaris: Yan Pieterson Laly
4.Anggota: Adolina Magal, Matius Uwe Yanengga, Merry Pongutan, Ancelina Beanal, Aser Gobay, Elias Mirip, Sasiel Abugau
D. Pansus Penanganan Konflik Kemanusiaan
1. Ketua: Anton N. Alom
2.Wakil Ketua: Luther Beanal
3. Sekretaris: Amons Jamang
Anggota: Stefanus Onawame, Adolf Omaleng, Elinus B. Mom, Ester Rika Agustina Komber, Darwin Kurnia Rombe, Alfian Akbar Balyanan. (Anis Batalotak)

