Layanan Ambulans RSUD Mimika Jadi Sorotan Publik, Respon Lambat Birokrasi Berbelit

Timika (timikabisnis) – Pelayanan ambulans di RSUD Mimika menjadi sorotan setelah adanya keluhan warga terkait penanganan korban kecelakaan lalu lintas di perempatan Timika Mall, Sabtu (30/5/2026) dini hari.

Seorang warga yang berada di lokasi kejadian mengaku sempat mendatangi RSUD Mimika untuk meminta bantuan ambulans mengevakuasi dua korban kecelakaan sepeda motor yang mengalami luka serius.

“Saya berada di TKP setelah kejadian tabrakan. Tadi subuh sekitar jam 4 ada kejadian tabrakan di perempatan Timika Mall antara dua motor berbeda yang dikendarai laki-laki dan perempuan,” tulis seorang warga yang kesaksiannya viral di group-group Whatsapp warga Timika, Sabtu pagi.

Ia menuturkan, korban laki-laki mengalami patah kaki kanan, sedangkan korban perempuan tidak sadarkan diri dengan kondisi darah keluar dari mulut dan hidung.

Menurutnya, warga sekitar awalnya berupaya meminta bantuan kendaraan pikap untuk membawa korban ke rumah sakit. Namun karena kondisi korban cukup parah, mereka memilih mendatangi RSUD Mimika untuk meminta ambulans.

“Kami sampai di RSUD sekitar jam 04.15 dan menyampaikan ke petugas jaga, tetapi katanya ambulans tidak bisa keluar karena prosedur dan sebagainya,” katanya.

Ia berharap dalam kondisi darurat kemanusiaan, prosedur dapat dikesampingkan demi penyelamatan korban kecelakaan.

“Maksudnya begini, bantu dulu korban lakalantas sehingga bisa mendapatkan penanganan medis secepatnya. Hiraukan saja prosedurnya karena ini masalah kemanusiaan dan empati terhadap sesama,” tuturnya.

Karena tidak mendapatkan ambulans, warga kemudian menghubungi layanan 110. Mobil Satlantas disebut tiba di RSUD sekitar pukul 04.41 WIT dan membantu mengevakuasi korban ke rumah sakit.

“Terimakasih Pak Polisi sudah membantu serta mengantarkan korban lakalantas ke RSUD,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Humas RSUD Mimika, Lucky Mahakena menjelaskan layanan penjemputan korban kecelakaan di luar rumah sakit merupakan kewenangan layanan 119 milik Dinas Kesehatan.

“Kalau kecelakaan di luar RSUD itu 119 punya Dinkes. Kalau di RSUD dahulukan kebutuhan internal pasien misalnya rujuk atau antar pasien,” ujarnya.

Lucky mengatakan, ambulans RSUD Mimika bersifat siaga untuk kebutuhan internal rumah sakit. Meski demikian, jika kondisi memungkinkan, pihaknya tetap dapat membantu evakuasi di luar rumah sakit.

“Kalau dihubungi saat free bisa respon, tapi kami pertimbangkan kondisi internal di RSUD karena kami sifatnya standby,” bebernya.

Begitupun layanan mobil jenazah RSUD dapat membantu apabila tidak sedang digunakan untuk kebutuhan internal.

“Termasuk mobil jenazah, kalau temukan jenazah di jalan bisa komunikasi dengan kami kalau internal kami tidak ada kebutuhan lain,” katanya.

Lucky mengakui terdapat kendala komunikasi pada layanan 119 milik Dinas Kesehatan yang dikeluhkan masyarakat. “Memang ada keluhan komunikasi 119 Dinkes agak susah,” tandasnya.

‘Saya tadi pagi sudah ketemu pasiennya, kondisinya memang serius. Waktu ditanya namanya Natalia Leisubun, saya sudah hubungi tokoh muda Kei pak Ronny,” tuturnya. (tim)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *