MIMIKA,(timikabisnis.com) — Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berencana membangun kios sampah di sekolah-sekolah dan tempat ibadah mulai tahun 2026. Program ini merupakan bagian dari pengembangan bank sampah guna mengurangi timbunan sampah, khususnya sampah plastik, serta mendorong meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah.
Kepala Seksi Pengendalian Sampah DLH Mimika, Alfredo Asmuruf, mengatakan bahwa sebelum pembangunan kios sampah dilakukan, pihaknya telah melaksanakan sosialisasi program bank sampah, termasuk pengenalan aplikasi pendukungnya, kepada pelaku usaha, tenaga pendidik, tokoh agama, dan masyarakat.
“Program ini membutuhkan dukungan semua pihak. Kami berharap tenaga pendidik dapat memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang pengelolaan sampah, begitu pula tokoh agama dan tokoh masyarakat di wilayah masing-masing,” ujar Alfredo kepada timikabisnis.com Sabtu (6/12/2025).
Ia menjelaskan, DLH Mimika saat ini telah membangun kios sampah di 22 kelurahan dan kampung yang berada di wilayah Kota Timika. Kios sampah tersebut tersebar di Distrik Kuala Kencana, Mimika Baru, Wania, Kwamki Narama, dan Iwaka.
“Mulai tahun depan, fokus pembangunan kios sampah diarahkan ke sekolah-sekolah dan tempat ibadah. Selain mengurangi penggunaan sampah plastik, kios sampah ini juga diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat dan anak-anak,”ungkapnya.
Menurut Alfredo, pembangunan kios sampah di lingkungan pendidikan dan keagamaan merupakan langkah awal dalam menciptakan sirkulasi ekonomi berbasis pengelolaan sampah. Sampah yang terkumpul tidak hanya berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA), tetapi dapat didaur ulang dan bernilai jual.
“Dengan adanya kios sampah, kami berharap program pengurangan sampah plastik dapat terealisasi secara berkelanjutan demi terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas sampah,” pungkasnya. (Liddya Bahy)

