MIMIKA,(timikabisnis.com) — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika dari Jalur Otonomi Khusus (Otsus), Yoseph Erakipia, menyerukan penyelesaian damai atas persoalan tapal batas di wilayah Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah.
Ia meminta Pemerintah Provinsi Papua Tengah bantu memfasilitasi dialog antara pihak-pihak terkait setelah munculnya klaim sepihak bahwa wilayah tersebut merupakan bagian dari Kabupaten Deiyai.
Yoseph menilai bahwa langkah mediasi sangat penting dan membantu untuk dilakukan agar persoalan tidak berkepanjangan.
Menurutnya, penyelesaian melalui dialog bersama merupakan jalan terbaik bagi semua pihak.
“Saya minta Pemerintah Provinsi Papua Tengah mempertemukan kedua belah pihak, pemerintah, tokoh adat, dan tokoh pemuda untuk sama sama menyelesaikan permasalahan ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” ujarnya kepada timikabisnis.com di ruang kerjanya, Senin (24/11/2025).
Ia mengatakan bahwa proses penyelesaian harus melibatkan unsur pemerintah daerah, tokoh adat, serta pemuda dari kedua belah pihak agar keputusan yang dihasilkan transparan dan diterima secara adil oleh masyarakat.
Yoseph juga menekankan bahwa masyarakat Mimika Wee/Kamoro menjunjung tinggi nilai-nilai kedamaian dan tidak memiliki sejarah mengambil wilayah yang bukan haknya.
“Kami orang Mimika Wee cinta damai. Tidak ada sejarah kami merampas wilayah yang bukan hak kami. Kami menerima siapa saja yang datang mencari makan di Timika, tapi jangan mengambil hak kita. Mari saling menghargai,” tegasnya.
Selain Kapiraya, Ia juga menyoroti hal serupa di Wilayah Kota Timika,seperti Mile 21 Wilayah Iwaka Kali Kiruya.
Kendati demikian,Ia berharap Pemprov Papua Tengah agar dapat mengambil langkah konkret untuk memfasilitasi penyelesaian sengketa tapal batas Kapiraya secara damai dan bermartabat, sehingga tidak menimbulkan hal hal yang tidak kita inginkan bersama. (Anis Batalotak)

