Ketua Komisi A DPRD Mimika, Daud Bunga,SH/Foto : husyen opa
TIMIKA, (timikabisnis.com) – Setelah diserahkannya Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) tahun anggaran 2023 beberapa waktu lalu oleh Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob, Komisi A DPRD Kabupaten Mimika mendesak agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Mimika untuk segera melaksanalan kegiatan dan program.
Komisi A yang membidangi Pemerintahan berharap agar kegiatan yang dibiayai dari APBD Mimika segera dilaksanakan dan percepat kegiatan tahun anggaran 2023, sehingga kegiatan dapat berjalan lancar dan tidak menumpuk di akhir tahun anggaran.
“DPA tahun anggaran 2023 yang sudah diserahkan kepada masing masing DPA nantinya akan menjadi pegangan untuk pelaksanaan anggaran di tiap-tiap OPD, jangan lagi ditunda tunda. Segera proses pelelangan dan pengerjaan agar bisa sesuai target, kalau bisa April ini sudah berjalan sehingga bisa rampung di awal Desember,”tegas Ketua Komisi A DPRD Mimika, Daud Bunga,SH kepada wartawan diruang kerjanya di Komisi A kantor DPRD Mimika, Timika, Papua Tengah, Senin (27/3/2023).
Daud berharap pengerjaan di setiap OPD tidak lagi seperti tahun sebelumnya yang dikerjakan dipertengahan tahun, akibatnya banyak program yang tidak rampung sampai akhir tahun.
“Semestinya April itu sudah berjalan, jangan lagi tunda tunda waktu sehingga pekerjaan yang membutuhkan waktu cukup lama bisa bisa tidak mencapai target. Kalau bisa minggu pertama Desember itu seluruh program fisik sudah selesai sehingga kontraktor juga bisa menerima semua pembayaran, karena memang proyeknya juga sudah rampung,”ungkap Daud Bunga.
Hal senada juga ditegaskan Sekretaris Komisi A, Reddy Wijaya bahwa pekerjaan proyek di masing masing OPD sudah harus dikerjakan sebelum masuk pembahasan APBD Perubahan.
“Program di OPD masing masing harus dikerjakan dipertengahan tahun sebelum masuk pembaasan APBD perubahan, jangan seperti tahun lalu. Contoh tahun lalu karena dikerjakan telat sehingga proyek banyak yang tidak dibayarkan tahun itu dan baru dibayar ditahun ini. Bagaimana pekerjaan yang dianggarkan tahun itu belum dibayarkan, sehingga kinerja OPD sendiri yang mengalami masalah. Penyebabnya adalah awal pekerjaannya lambat dimulai,”kata Reddy Wijaya.
Karena itu, Reddy Wijaya berharap di tahun ini seluruh OPD-OPD segera melaksanakan kegiatannya lebih awal. Sehingga sebuah proyek dapat rampung dengan sesuai masa kerjanya. (opa)
