MIMIKA,(timikabisnis.com) – Realisasi penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika tahun anggaran 2026 yang tercatat dalam sistem masih berada di angka 2,5 persen.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mimika, Marthen Malissa, mengatakan angka tersebut belum mencerminkan kondisi riil di lapangan karena proses pembaruan data masih berlangsung.
Menurut dia, sejumlah pengeluaran daerah belum seluruhnya tercatat dalam sistem lantaran sebelumnya masih dilakukan secara manual.
“Masih 2,5 persen yang terbarui di sistem, tetapi masih ada pengeluaran-pengeluaran yang kemarin masih dibuat secara manual,” kata Marthen, Rabu (29/4/2026).
Ia menjelaskan, rendahnya angka serapan dalam sistem bukan berarti realisasi belanja daerah minim, melainkan karena belum seluruh transaksi keuangan terinput secara digital.
Marthen menegaskan pihaknya tetap optimistis realisasi penyerapan APBD tahun ini dapat mencapai target yang telah ditetapkan.
Ia berkaca pada pengalaman tahun sebelumnya, ketika sejumlah kendala pada awal tahun berdampak pada tidak tercapainya target penyerapan anggaran.
Meski demikian, Marthen menilai masih terlalu dini untuk menyimpulkan capaian akhir tahun karena pelaksanaan program dan dinamika di lapangan masih akan sangat memengaruhi realisasi anggaran.
Untuk itu, ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika segera mempercepat proses administrasi, khususnya tahapan lelang proyek.
Menurut dia, percepatan proses lelang penting agar program pembangunan dapat segera berjalan tanpa hambatan.
“Segera lakukan proses administrasi lelang. Penuhi syarat-syaratnya, lalu tayangkan agar proses lelang bisa berjalan dan pekerjaan bisa langsung dilaksanakan,” ujarnya.(Liddya Bahy)

