Studi Tiru ke Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Komisi III DPRK Mimika Libatkan OPD Mitra

BALI (timikabisnis) – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika tancap gas mendorong kemajuan sektor kebudayaan di Kabupaten Mimika dengan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra dalam kunjungan studi tiru atau studi banding ke Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.

Kunjungan tersebut menjadi langkah konkret Komisi III DPRK Mimika untuk memperkuat tata kelola kebudayaan daerah sekaligus mencari referensi terbaik dalam membangun sektor kebudayaan yang terarah, berkelanjutan, dan berbasis pada kearifan lokal masyarakat Mimika.

Rombongan Komisi III DPRK Mimika dipimpin langsung Ketua Komisi III Herman Gafur, SE, didampingi Wakil Ketua Komisi III Aldof Omaleng, Sekretaris Komisi III Herman Tangke Pare, ST, serta anggota Komisi III, Yan Peterson Laly, ST, Rampeani Rachman, S.Pd, Dominggus Kapiyau, Sasiel Abugau, Benyamin Sarira, SE, dan Elias Mirip, SE. Kunjungan tersebut didampingi langsung Wakil Ketua I DPRK Mimika Asri Akkas, S.Kom, serta staff di Sekretariat di DPRK Mimika.

Foto bersama Rombongan Komisi III, Wakil Ketua I DPRK Mimika, dan Kepala Dinas Kebudayaan Propinsi Bali

Hadir juga Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mimika oleh Kasie Pelestarian Budaya Lokal, Yerna Bintan Kate.

Dalam kunjungan tersebut, Rombongan Komisi III DPRK Mimika diterima langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan Propinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana bersama jajarannya yang berlangsung di Kantor Dinas Kebudayaan Propinsi Bali, Jl. Ir. Djuanda No.1, Renon, Civic Center Niti Mandala, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali,Selasa (28/4/2026).

Dalam kegiatan itu, Komisi III DPRK Mimika juga melibatkan OPD mitra, yakni Dinas Kebudayaan Mimika,
sebagai bentuk keseriusan membangun sinergritas dalam memajukan kebudayaan di Mimika.

Wakil Ketua I DPRK Mimika Asri Akkas menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kebudayaan Provinsi Bali atas sambutan hangat yang diberikan kepada rombongan Komisi III DPRK Mimika.

“Terima kasih sudah menerima kami untuk melakukan studi tiru ini. Kami datang untuk belajar, terutama hal-hal teknis yang nantinya bisa kami bawa pulang dan diterapkan di Mimika,” ujar Asri Akkas.

Ketua Komisi III DPRK Mimika Herman Gafur menegaskan, Bali dipilih sebagai lokus studi tiru karena dinilai berhasil membangun kebudayaan sebagai fondasi pembangunan daerah. Menurutnya, Bali merupakan daerah yang tepat untuk dijadikan rujukan karena berhasil menjadikan budaya sebagai identitas, kekuatan sosial, sekaligus penopang ekonomi masyarakat.

“Budaya Bali sudah mendunia. Karena itu, tidak salah kalau kami hadir di sini untuk belajar. Kami melihat pendekatan kultur budaya di Bali ini sangat luar biasa, tertata, hidup, dan benar-benar dijaga. Ini yang ingin kami pelajari untuk Mimika,” kata Herman Gafur.

Ia mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari keseriusan Komisi III DPRK Mimika dalam mencari model pengelolaan kebudayaan yang tepat untuk diterapkan di Kabupaten Mimika, khususnya dalam memperkuat eksistensi budaya lokal masyarakat asli.

“Pilihan lokus kami sangat tepat. Dari potret yang kami lihat, kami ingin mendapat masukan yang utuh dari Dinas Kebudayaan Provinsi Bali tentang bagaimana budaya ini dikelola hingga bisa maju seperti sekarang. Ini menjadi PR besar bagi kami di Mimika,” ujarnya.

Dalam forum diskusi, Dinas Kebudayaan Mimika turut memaparkan gambaran singkat mengenai kondisi kebudayaan di Mimika, termasuk tantangan yang dihadapi dalam pelestarian budaya lokal dan penguatan partisipasi generasi muda.

Salah satu persoalan utama yang menjadi perhatian adalah rendahnya keterlibatan generasi muda dalam kegiatan seni dan budaya.

Kepala Seksi Kebudayaan Mimika mengungkapkan bahwa Dinas Kebudayaan Mimika selama ini telah melaksanakan berbagai pelatihan, namun partisipasi generasi muda masih belum maksimal.

Ketua Komisi,Herman Gafur di dampingi Wakil Ketua I DPRK Mimika,Asri Akkas memberikan cenderamata kepada Dinas Kebudayaan Provinsi Bali yang diterima langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali,Ida Bagus Alit Suryana

“Setiap kali kami mengadakan pelatihan seni dan budaya, justru yang datang kebanyakan orang tua. Ini menjadi tantangan bagi kami, bagaimana menumbuhkan kecintaan generasi muda agar terlibat aktif dalam pelestarian budaya,” ungkapnya.

Selain itu, persoalan pemasaran produk budaya lokal juga menjadi perhatian. Dinas Kebudayaan Mimika menilai para pelaku budaya dan kelompok binaan telah menghasilkan berbagai produk kerajinan, namun masih mengalami kendala dalam pemasaran agar mampu menembus pasar nasional maupun internasional.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana memaparkan berbagai strategi penguatan kebudayaan di Bali, mulai dari penguatan desa adat, pelindungan bahasa dan aksara Bali, penggunaan pakaian adat Bali, hingga pembentukan Dinas Pemajuan Masyarakat Adat yang secara khusus menangani tata kelola desa adat.

Sekretaris Komisi III DPRK Mimika Herman Tangke Pare menilai konsep desa adat di Bali menjadi salah satu poin penting yang sangat relevan untuk dipelajari dan dijadikan referensi di Mimika.

“Kami ingin mendapat gambaran yang utuh terkait desa adat ini, karena konsep ini sangat menarik dan bisa menjadi bahan pembelajaran penting bagi kami di Mimika,” kata Tangke Pare.

Sementara itu, Yan Peterson Laly menilai Badan Usaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) yang dinilai memiliki potensi besar dalam menopang kemandirian ekonomi masyarakat adat.

“Saya sangat tertarik dengan konsep BUPDA ini. Kami ingin tahu bagaimana pengelolaannya, bagaimana sistem pendapatannya, dan bagaimana aturan mainnya. Karena ini sangat potensial untuk meningkatkan pendapatan masyarakat adat,” ujarnya.

Anggota Komisi III DPRK Mimika Sasiel Abugau menegaskan bahwa hasil studi tiru tersebut harus benar-benar menjadi pijakan untuk membangun kebudayaan Mimika, terutama dalam memperkuat budaya masyarakat asli seperti Amungme dan Kamoro.

“Kalau bicara kebudayaan, Mimika ini masih punya banyak PR. Karena itu, setelah pulang dari sini kita harus fokus membangun budaya suku-suku asli, khususnya Amungme dan Kamoro. Itu yang harus menjadi perhatian utama,” tegas Sasiel.

Ia berharap hasil studi tiru tersebut tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam kebijakan nyata.

Foto bersama Rombongan Komisi III, Wakil Ketua I DPRK Mimika, bersama Dinas Kebudayaan Mimika dan staff sekretariat DPRK Mimika.

“Kita harus membangun Mimika dengan hati, dengan semangat gotong royong, dan dengan keseriusan untuk menjaga budaya kita sendiri,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Rampeani Rachman yang meminta seluruh materi dan masukan yang diperoleh selama studi tiru benar-benar dijadikan referensi oleh OPD terkait.

“Semua poin yang disampaikan hari ini harus menjadi referensi yang dibawa pulang. OPD terkait harus menjadikannya sebagai bahan rujukan, jangan sampai apa yang kita pelajari di sini sia-sia,” kata Rampeani.

Benyamin Sarira menambahkan, hasil studi tiru tersebut harus dibarengi dengan penguatan regulasi agar dapat diterapkan secara maksimal di Mimika.

“Kita datang ke sini untuk belajar konsep-konsep yang ada, lalu menerapkannya di Mimika. Tapi itu harus dibarengi dengan regulasi yang kuat, baik Perbup maupun aturan pendukung lainnya,” ujarnya.

Sementara Dominggus Kapiyau menegaskan bahwa kebudayaan merupakan bagian mendasar dari kehidupan manusia yang harus dijaga dan diwariskan.

“Budaya itu manusia. Dunia tanpa budaya akan sepi. Kita tidak akan dengar orang bernyanyi, bermain musik, dan mengekspresikan hidup. Karena itu budaya harus dijaga,” ungkap Dominggus.

Ia menambahkan, masyarakat Mimika memiliki kekuatan budaya yang khas karena hingga kini masih hidup sangat dekat dengan alam.

“Intinya, kami di Mimika masih menyatu dengan alam dalam kehidupan sehari-hari. Itu identitas budaya kami, dan itu harus dijaga,” tandasnya.

Melalui kunjungan studi tiru ini, Komisi III DPRK Mimika menegaskan komitmennya untuk tancap gas mendorong kebangkitan kebudayaan di Mimika melalui penguatan kelembagaan, regulasi, pelestarian budaya lokal, dan pembangunan ekosistem kebudayaan yang berpihak pada masyarakat adat.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh keakraban, sebelum mengakhiri kegiatan tersebut, Komisi III DPRK Mimika melalui Ketua Komisi,Herman Gafur di dampingi Wakil Ketua I DPRK Mimika,Asri Akkas memberikan cenderamata kepada Dinas Kebudayaan Provinsi Bali yang diterima langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali,Ida Bagus Alit Suryana, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama. (Anis Batalotak)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *