Kondisi Jalan Bhayangkara Koperapoka, Timika disaat sore hari akibat pemberlakuan dua arah, Minggu 2/4/2023) /Foto : istimewa
TIMIKA, (timikabisnis.com) – Sekretaris Komisi C DPRD Mimika, Saleh Alhamid mengeluhkan kebijakan Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Perhubungan (Dishub) yang tetap mempertahankan Jalan Budi Utomo menjadi dua arah dengan ukuran jalan yang cukup lebar dan sebaliknya memberlakukan Jalan Bhayangkara Koperapoka menjadi dua arah padahal ruas jalannya sangat sempit.
Saleh Alhamid melalui pesan Whastahpnya kepada redaksi timikabisnis.com, Minggu (2/4/2023) malam, berharap Dinas Perhubungan untuk turun melihat langsung kemacetan dan amburadulnya arus Lalulintas di Jalan Bhayangkara jam jam 4 sore sampai jam 6 sore. Kondisi Jalan Koperapoka pada jam jam tersebut sudah semrawut alias kacau balau, ini pemberlakuan dua arah oleh Dishub ini dasarnya apa. Apakah kalian tidak lihat setiap hari, atau pura pura tidak tahu dengan kondisi di Jalan Bhayangkara ini, “tulis Saleh Alhamid.
Saleh Alhamid mempertanyakan presentase dari Dishub dan Satlantas dalam beberapa kali Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengar DPRD yang meyakinkan tentang pemberlakuan dan kebijakan satu arah di Jalan Budi Utomo demi keselamatan berlalulintas. Disisi lain tidak memperhitungkan kerawanan lalulintas yang terjadi di Jalan lain, salah satu contoh adalah jalan dua arah di Jalan Bhayangkara.
“Dishub mereka coba turun lihat di Jalan Bhayangkara di sore hari sangat tidak nyaman bagi pengendara, bahkan sangat berbahaya bagi keselamatan bagi mama mama Papua yang berjualan di badan jalan. Jalan sudah sangat sempit dan tingkat kepadatan kendaraan dari dua arah yang cukup tinggi, hal ini ada proses pembiaran dari Dishub. Dulu jalan Bhayangkara sudah satu arah, tetapi tidak tahu dasar pertimbangan apa lalu diberlakukan dua arah. Bahkan di Jalan Budi Utomo yang banyak keluhan dari masyarakat dan DPRD sudah beberapa kali RDP untuk mempertimbangkan jalan Budi Utomo untuk kembali menjadi dua arah tak pernah digubris, “katanya.
Terkait kondisi di Jalan Bhayangkara, politisi senior Parta Hanura ini meminta Dishub, Satlantas dan Satpol PP untuk turun melihat kelancaran lalulintas, segi keamanan dan aktifitas keramaian di Jalan Bhayangkara. Kemudian melakukan kajian dan analisa soal pemberlakuan dua arah di Jalan Bhayangkara.
“Kemacetan dan kesemrawutan di Jalan Bhayangkara semakin tidak terhindarkan karena tidak ada satupun petugas, baik dari Dishub, Satlantas maupun anggota Satpol PP yang bisa mengatur arus lalulintas dan mengatur penjual dan pedagang yang susah berjualam sampai di badan jalan, “keluhnya. (tim)
