Saat AI Serba Instan, Kalam Kudus Timika Pilih Xiangqi untuk Latih Strategi Anak

MIMIKA, (timikabisnis.com)– Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang serba instan, Sekolah Kristen Kalam Kudus Timika menghadirkan pendekatan berbeda dalam membentuk karakter dan kemampuan berpikir siswa.

Kegiatan yang berlangsung di Diana Mall Timika, Sabtu (28/2/2026) bertujuan memperkenalkan permainan strategi Xiangqi atau catur Mandarin sebagai bagian dari inovasi pembelajaran.

Sekolah Kristen Kalam Kudus (KK) disebut menjadi sekolah pertama di Timika yang menerapkan permainan tradisional yang telah mendunia tersebut dalam kegiatan pendidikan.

Program ini digagas sebagai sarana untuk memancing dan mengasah kemampuan berpikir kritis (critical thinking) anak.

Ketua Yayasan Kalam Kudus Timika, Nining Lebang, mengatakan bahwa pengenalan Xiangqi berawal dari inisiatif mantan ketua yayasan yang ingin menghadirkan permainan tradisional bernilai tinggi agar dapat dikuasai generasi muda.

“Sebenarnya ini diperkenalkan oleh mantan ketua yayasan kami yang merasa terbeban bagaimana agar salah satu permainan tradisional yang sekarang sudah mendunia ini bisa juga dikuasai oleh anak-anak,” ujar Nining.

Menurutnya, Xiangqi bukan sekadar permainan strategi. Setiap bidak memiliki makna dan peran tersendiri, mengajarkan anak tentang perencanaan, pengambilan keputusan, kolaborasi, hingga pengendalian diri.

“Setiap bidak pada catur itu punya makna dan langkah masing-masing. Apa yang harus dijaga, apa yang harus dikembangkan, kapan saatnya melangkah, kapan harus menahan diri. Kalau ini kita bawa dalam dunia pendidikan, ini sangat erat kaitannya dengan critical thinking. Ini yang anak-anak harus miliki,” jelasnya.

Nining menambahkan, di era AI yang mampu menyediakan jawaban secara instan, siswa perlu dilatih agar tidak kehilangan kemampuan berpikir mandiri. Ia mengingatkan bahwa manusia memiliki kapasitas akal budi yang harus terus dikembangkan melalui latihan yang konsisten.

“AI memang memudahkan, tetapi kemampuan berpikir itu harus tetap dilatih. Salah satunya melalui permainan strategi seperti catur,” katanya.

Program Xiangqi sebenarnya telah diterapkan sebelum pandemi COVID-19. Namun kegiatan tersebut sempat terhenti dan kembali diaktifkan dalam setahun terakhir.

Untuk mendukung program ini, sekolah mendatangkan pelatih Xiangqi dari luar daerah yang secara khusus melatih para siswa.

Ke depan, kata Nining, program ini akan berada di bawah naungan Departemen Mandarin yang telah ada di sekolah. Para guru juga akan dibekali kemampuan bermain Xiangqi agar dapat mendampingi siswa secara berkelanjutan.

“Ini permainan yang sangat baik. Kami khusus mendatangkan guru Xiangqi yang terlatih untuk mengajar anak-anak. Kami berharap ini bisa membentuk generasi yang tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga tangguh dalam berpikir kritis, strategis, dan berkarakter kuat di tengah tantangan zaman,” pungkas Nining. (Lyddia Bahy).

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *