Wakil Ketua II DPRD Mimika dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Yohanis Felix Helyanan,SE (Jhon Thie) saat menggelar pertemuan dengan warga Kampung Ninabua, dalam kegiatan Reses II, Rabu (19/10/2022)/ Foto : husyen opa
TIMIKA, (timikabisnis.com) – Dalam kegiatan reses tahap ke II, Wakil Ketua II DPRD Mimika, Yohanis Felix Helyanan,SE (Jhon Thie) di kampung Ninabua, distrik Mimika Baru kabupaten Mimika, provinsi Papua Tengah menerima sejumlah aspirasi, mulai dari masalah tidak adanya pangkalan Minyak Tanah (Mitan), Jalan Pemukiman warga, Listrik serta ada usulan soal pemekaran kampung.
Reses tahap ke II yang digelar oleh anggota DPRD Mimika dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Daerah Pemilihan I Mimika, Yohanis Felix Helyanan dikemas dengan tatap muka dengan warga dari beberapa RT di Kampung Ninabua di kediaman salah satu warga di Jalan Charitas SP 5, Timika, Rabu (19/10/2022).
Nicodemus warga RT 18 mengeluhkan sejak tahun 2015 hingga saat ini perhatian pemerintah teradap warga di kampung Ninabua sangat kurang, sekian tahun warga yang hendak mendapatkan alirasan listrik harus membeli kabel dan tiang sendiri untuk bisa sampai dirumah warga.
“Khusus kami di RT 18 ini sudah banyak rumah yang dibangun, namun kami kesulitan soal tiang listrik dan kabel. Kami harus beli sendiri dengan biaya besar, kiranga pemerintah bisa membantu memberikan subsidi soal ini,”keluhnya.
Warga RT 18 lainnya Marsel mengeluhkan banyak jalan pemukiman warga kondisinya becek dan berlumpur, sehingga sangat mengganggu untuk aktifitas warga keseharian.
“Kami mohon Pemerintah melalui OPD tehnis untuk bisa membangun jalan jalan pemukiman sehingga masyarakat bisa lancar beraktifitas, kami merasa tidak diperhatikan. Karena banyak jalan pemukiman warga yang baru saja dirintis sudah di tailing, mohon ini harus diperjuangkan oleh anggota dewan dari dapil I,”pinta Marsel.
Marsel juga mengakui bahwa warga dibeberapa RT di kampung Ninabua sampai saat ini tidak bisa mendapatkan minyak tanah, sehingga warga harus keluar mencari di kampung lain.
“Soal minyak tanah ini kami sangat kesulitan, memang di kampung Ninabua ada pangkalan Minyak Tanah namun yang mendapatkan hanya disekitar dekat pangkalan saja, sehingga kita minta pemerintah melalui dinas tehnis harus membangun sebuah pangkalan mitan sehingga warga di RT 18 dan lainnya bisa mendapatkan subsidi Minyak Tanah,”keluhnya.

Wakil Ketua II DPRD Mimika, Yohanis Felix Helyanan,SE saat menyerahkan bantuan sembako kepada perwwakilan warga di Kampung Ninabua,Rabu (19/10/2022)/Foto : husyen opa
Sementara Richard Wunga meminta kepada pemerintah agar fasilitas Olahraga seperti Mimika Sport Center dan Panjat Tebing bisa dibuka untuk umum, sehingga warga disekitarnya juga bisa membuka peluang usaha ekonomi dengan membuka lapak dan kios.
“Kalau fasilitas olahraga dibuka secara umum maka akan menumbuhkan dunia ekonomi di kampung Ninabua, sayang sekali kami punya tanah dan lahan tapi tidak bisa digunakan dan dimanfaatkan untuk membuka lahan usaha atau UMKM,”katanya.
Sedangakan warga RT 15, Aries Eo Fung meminta kepada DPRD Mimika lebih khusus anggota DPRD Mimika dari Dapil I untuk bisa memperjuangkan pemekaran kampung Ninabua, karena luas dan jumlah warga sudah sangat memenuhi.
“Kami usulkan pemekaran kampung Ninabua agar pelayanan di semua RT itu bisa merata, selama ini beberapa RT merasa tidak diperhatikan da nada ketidak adilan dalam pemerataan pembangunan. Kami mohon ini jadi atensi untuk dewan,”tegas Aries.
Menanggapi beberapa aspirasi dari warga, Wakil Ketua II DPRD Mimika, Yohanis Felix Helyanan, bahwa momen reses ini dirinya manfaatkan untuk menerima aspirasi dan usulan dari warga yang ada di kampung Ninabua.
“Kehadiran saya disni ingin mengetahui program apa yang sudah dijalankan dan yang belum pada tahun sebelumnya, memang tidak semua bisa terealisasi dan perlu waktu dan kesabaran. Kami dewan tidak beri janji janji muluk tapi apa yang menjadi usulan akan menjadi atensi dan menjadi prioritas untuk diperjuangkan kepada pemerintah, karena yang menjalankan kegiatan adalah pemerintah. Namun keluhan dan usulan yang belum akan kami koordinasikan kembali dengan pemerintah melalui OPD tehnis,”tegas politisi PDI Perjuangan Mimika ini yang akrab disapa Jhon Thie.
Terkait soal dana bantuan langsung dari Kementrian Sosial masih banyak warga belum mendapatkan bantuan di Kampung Ninabua, dirinya mengaku bahwa itu merupakan program dari pusat.
“Bila ada warga yang keberatan karena belum menerima, nanti bisa dikomunikasikan dengan Bamuskam Kampung. Sebab data penerima bantuan itu dari dinas sosial, sehingga bisa coba di usulkan ke kampung atau kelurahan untuk bisa diusulkan sebagai penerima bantuan ditahun berikutnya,”usulnya.
Tentang usulan agar venue olahraga bisa dibuka secara umum, nanti coba dikooordinasikan dengan Perusda yang bertugas mengelola fasilitas olahraga termasuk usulan pendirian koperasi koperasi di Kampung Ninabua dalam rangka penguatan ekonomi masyarakat.
“Soal fasilitas olaharaga untuk dibuka secara resmi dan mendirikan koperasi dalam rangka penguatan ekonomi masyarakat di kampung Ninabua akan menjadi atensi akan berusaha diperjuangkan bersama anggota DPRD Mimika lainnya yangdari Dapil 1,”janjinya.
Usai menggelar reses, Wakil Ketua II DPRD Mimika Jhon Thie menyerahkan bantuan sembako kepada warga yang hadir dalam pertemuan tersebut. (opa)
