JAYAPURA, (timikabisnis.com)– Upaya pemberdayaan masyarakat berbasis komoditas lokal kembali menunjukkan hasil positif. PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat sukses meraih penghargaan tertinggi Platinum Alignment dalam ajang Nusantara CSR Awards 2026.
Pengakuan ini diberikan atas program peningkatan kualitas dan produksi Kopi Tiom di Kabupaten Lanny Jaya, wilayah yang dikenal sebagai salah satu sentra kopi di Papua Pegunungan.
Program tersebut berfokus pada pembangunan fasilitas dome (kubah) untuk pengeringan kopi, yang menjadi solusi atas tantangan pascapanen yang selama ini dihadapi petani.
Inisiatif ini juga mencakup pelatihan manajemen usaha dan pendampingan intensif bagi kelompok tani, sehingga mereka mampu menghasilkan kopi dengan kualitas yang lebih konsisten dan berdaya saing tinggi.
Ajang penghargaan yang digagas oleh La Tofi School of Social Responsibility ini menggunakan pendekatan penilaian berbasis La Tofi ESG Rating yang diperkuat oleh Corporate Economic Protection Index (CEPI).
Melalui metode ini, efektivitas program CSR diukur dari kontribusinya dalam melindungi nilai ekonomi perusahaan sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Program Kopi Tiom bahkan dinobatkan sebagai CEPI Champion Candidate dengan skor 2,76, yang mencerminkan bahwa setiap investasi CSR mampu memberikan perlindungan nilai ekonomi hampir tiga kali lipat.
Capaian ini menegaskan bahwa pendekatan CSR yang terarah dapat menjadi instrumen strategis dalam pembangunan ekonomi lokal.
Chairman La Tofi School of Social Responsibility, La Tofi, menegaskan pentingnya standar baru dalam pengukuran CSR.
” Melalui CEPI, keberhasilan CSR kini dapat diukur secara konkret, yakni dari seberapa besar nilai ekonomi yang mampu dilindungi dan diperkuat,” ujarnya melalui keterangan rilis pada Sabtu (11/4/2026).
General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat, Diksi Erfani Umar, menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar bantuan jangka pendek, melainkan bagian dari strategi membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
Ia menekankan bahwa penguatan rantai nilai kopi lokal menjadi kunci agar produk Papua mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Selain keberhasilan program, Diksi juga memperoleh pengakuan individu sebagai salah satu dari 100 Manager Program Terbaik Indonesia 2026 dengan predikat Platinum Leader Performance.
Penghargaan ini diberikan atas kepemimpinannya dalam memastikan setiap program berjalan efektif dan memberikan dampak nyata di lapangan.
Menutup pernyataannya, Diksi berkomitmen untuk senantiasa menjaga dampak positif atas keberlanjutan program tersebut.
” Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang dilakukan tidak hanya berdampak hari ini, tetapi juga menjadi fondasi ekonomi yang kuat dan berkelanjutan bagi masyarakat Papua di masa depan,” tandasnya. (Lyddia Bahy).

