MIMIKA,(timikabisnis.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Bagian Humas dan Protokoler menggelar pelatihan Public Speaking dan Etika Komunikasi Pejabat Publik guna memperkuat kompetensi pegawai pemerintah serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Hotel Horison Diana, Senin (8/12/2025), dan dilaksanakan selama dua hari hingga Selasa (9/12/2025). Pelatihan tersebut diikuti oleh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, organisasi vertikal, serta undangan lainnya.
Pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara dan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan.
Pelatihan public speaking ini bertujuan untuk memastikan pegawai pemerintah, khususnya pejabat publik, mampu menjalankan tugas dan jabatannya secara profesional, menyampaikan informasi secara tepat, serta mendorong efektivitas pemerintahan dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pelayanan publik.
Mewakili Bupati Mimika, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa komunikasi memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah.
“Di era saat ini, komunikasi bukan sekadar menyampaikan pesan, melainkan menjadi representasi integritas, profesionalitas, dan kredibilitas pemerintah. Setiap pernyataan pejabat publik akan memengaruhi persepsi dan tingkat kepercayaan masyarakat,” ujar Yoga.
Ia menekankan bahwa kemampuan public speaking dan etika komunikasi merupakan kompetensi wajib bagi setiap pegawai pemerintah yang memiliki tanggung jawab pelayanan publik.
“Pegawai yang mampu berkomunikasi secara jelas, sopan, tepat sasaran, serta berdasarkan data dan etika akan menciptakan pemerintahan yang transparan dan terpercaya,” katanya.
Menurut Yoga, pelatihan ini menjadi wadah strategis bagi aparatur untuk belajar, mengevaluasi diri, dan mengasah kemampuan komunikasi baik dalam situasi formal maupun informal.
Ia juga mengingatkan beberapa hal penting yang harus dimiliki pegawai pemerintah, antara lain kemampuan menyampaikan informasi secara akurat, santun, dan bertanggung jawab; membangun komunikasi yang efektif dan empatik; serta menjadi teladan dalam penggunaan bahasa yang baik dan benar agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Selain itu, pegawai pemerintah dituntut mampu menyikapi isu publik secara bijaksana serta memiliki kepribadian komunikatif yang mencerminkan nilai Mimika Rumah Kita yang inklusif, terbuka, dan berintegritas.
“Saya berharap pelatihan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi titik awal perubahan budaya komunikasi aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika,” harapnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk memperkuat peran Humas dan Protokoler sebagai garda terdepan dalam pelayanan informasi serta pengawal citra pemerintah yang modern, bersahabat, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Komunikasi yang baik tidak hanya menuntut kemampuan berbicara, tetapi juga kemampuan mendengar. Pejabat publik yang mampu mendengar dengan baik akan lebih memahami kebutuhan masyarakat dan membangun kepercayaan publik,” pungkas Yoga. (Lyddia Bahy).

