Jelang Pelaksanaan Pesparawi XIII, Panpel dan LPPD Mimika Gelar Pertemuan

Timika (timikabisnis) – Menjelang pelaksanaan Pesparawi XIII se-Tanah Papua Tahun 2021, Panitia Pelaksana (Panpel) dan LPPD Kabupaten Mimika mulai menggelar pertemuan di Rumah Jabatan Wakil Bupati Mimika di Kampung Karang Senang (SP 3).

Pesparawi XIII Tanah Papua yang diikuti 29 kabupaten/kota se-Provinsi Papua rencananya akan dilaksanakan pada 30 Oktober hingga 6 November 2021.

Pertemuan dihadiri Asisten I Setda Mimika Yulianus Sasarari, Ketua LPPD Johan Ade Matulessy, Sekretaris Umum Panpel, Dr. I Nyoman Arka serta panitia lainnya.

Ketua Umum Panpel, Johannes Rettob mengemukakan, mengingat waktu efektif tersisa 7 bulan lagi maka pertemuan persiapan pelaksanaan Pesparawi akan rutin dilaksanakan.

“Banyak sekali perubahan yang harus kita sesuaikan. Karena tahun lalu persiapan kita sebelum pandemi dan melibatkan Provinsi Papua Barat. Tapi karena covid, terpaksa pelaksanaan terpisah, hari ini Papua Barat sudah pembukaan,” ungkap John Rettob.

Dikatakan, perubahan yang akan dilakukan yakni SK panitia, Rancangan Anggaran Belanja (RAB), serta pedoman pelaksanaan. “Sekarang susun sesuai prokes dan anggaran. Pengurangan juga banyak. Dari 42 peserta, sekarang tersisa 29 kabupaten/kota,” bebernya.

Namun ada hal yang tidak berubah seperti lagu dan kategori. Sedangkan juri dan tempat lomba berubah. Awalnya panitia berencana mendatangkan juri luar negeri, namun terkendala covid akhirnya hanya juri dalam negeri.

“Tempat lomba evaluasi lagi. Kita nanti survey tempat-tempat lomba. Kita rasionalisasi keuangan. Banyak biaya yang sebenarnya sudah masuk OPD. Kita hanya butuh finalisasi tempat tinggal dan lomba. Ada banyak pengurangan,” tuturnya.

Menurut John Rettob, Pesparawi akan dilaksanakan 2 minggu setelah PON. Jika dilaksanakan setelah PON, maka acara pembukaan menggunakan stadion. “Kita punya gedung-gedung bagus, sport hall futsal, biliard, basket, itu tempat bagus, malah sudah dilengkapi Ac dan akustik. Tinggal nanti panitia putuskan,” paparnya.

Sementara itu, lanjut JR, untuk gedung ENY bisa saja digunakan namun perlu perubahan secepatnya sebab ENY dipakai untuk pertandingan Yudo dan satu pertandingan lainnya.

“Mereka akan rubah itu pakai tribun, saya berharap dua minggu barang-barangnya sudah bisa dibongkar,” tukasnya. JR mengakui, perubahan jadwal mempengaruhi semangat panitia, namun semua itu akan dimunculkan kembali.

“Acara pembukaan yang sebelumnya meriah, nanti kita bicarakan lagi. Piano, seprei, semua sudah ada. Bidang akomodasi, transportasi, lomba, dan bidang konsumsi harap mulai rapat persiapan,” bebernya.

Sekretaris Umum Dr. I Nyoman Arka mengatakan SK panitia sudah berakhir tahun 2020 lalu. “Supaya tidak bermasalah, perlu penyesuaian SK. Apakah personil dikurangi supaya diajukan ke bagian hukum, supaya ada landasan hukum dalam bekerja,” ujarnya.

Sedangkan Ketua LPPD Johan Ade Matulessy mengemukakan, panitia LPPD Provinsi Papua sudah putuskan tidak ada lomba online. “Harus langsung walaupun nanti covid ada, tetap dilaksanakan, tinggal hal teknis diatur,” ujarnya.

Sementara Asisten I Yulianus Sasarari menerangkan, mengingat pelaksanaan tetap di Timika, hal-hal teknis harus segera diatur. Koordinaor Lomba, Pdt Yance Numberi berharap SK panitia perubahan disusun secepatnya. “Kalau SK sudah ada, panitia sudah bisa dilantik agar segera bekerja,” harapnya.(tim)

Administrator Timika Bisnis