MIMIKA,(timikabisnis.com) – Ribuan warga Jawa yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu (KKJB) Kabupaten Mimika memadati Lapangan Pasar Lama untuk mendeklarasikan “Jawa Manunggal” dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Deklarasi tersebut dihadiri 22 cabang, paguyuban, dan komunitas Jawa di Kabupaten Mimika. Momentum ini menjadi penegasan komitmen persatuan sekaligus ajang pelestarian budaya di tanah rantau.
Ikrar “Jawa Manunggal” dibacakan Ketua Umum KKJB Mimika, Syaikuri, dan diikuti seluruh peserta dengan khidmat. Dalam ikrar tersebut ditegaskan komitmen menjaga persatuan dan kesatuan, setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.
Syaikuri mengatakan KKJB akan terus solid dalam satu wadah organisasi dan siap berkontribusi aktif bagi pembangunan daerah.
“KKJB tetap bersatu, KKJB tetap manunggal. Demi orang Jawa dan demi Mimika, kita harus menjadi bagian yang memberi manfaat,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan turut dimeriahkan kirab seni dan budaya Jawa yang menampilkan beragam kesenian tradisional. Kirab tersebut menjadi simbol kecintaan terhadap warisan leluhur sekaligus wujud pelestarian identitas budaya di perantauan.
Kegiatan ini juga menjadi ruang mempererat silaturahmi antar-paguyuban.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Mimika Bidang SDM Setda Mimika, Fransiskus Bokeyau, membacakan sambutan Bupati Mimika, Johannes Rettob. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kirab budaya bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata menjaga jati diri bangsa.
Menjelang Ramadan, kegiatan tersebut dinilai memiliki makna strategis untuk memperkuat keimanan, menumbuhkan toleransi, serta mempererat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
“Semangat Jawa Manunggal harus menjadi perekat persaudaraan dalam bingkai NKRI. Perbedaan bukanlah pemisah, melainkan kekuatan untuk membangun kebersamaan di tanah Papua,” demikian pesannya.
Usai deklarasi, peserta mengikuti konvoi budaya dengan rute Pasar Lama – Jalan Yos Sudarso – Belibis – Budi Utomo – Hasanuddin – Yos Sudarso dan kembali ke lokasi acara. Kegiatan ditutup dengan pembagian doorprize serta pertunjukan kesenian Jawa.(Liddy Bahy)

