Minim Pembeli Akibat Portal Otomatis, Mama mama Papua Palang Pintu Keluar Pasar Sentral

Mama-mama Papua Palang Pintu Keluar Pasar Sentral, Timika, Papua, Kamis (11/2)/Foto : Istimewa

TIMIKA,(timikabisnis.com) – Pedagang khusus Mama mama Papua melakukan aksi protes dengan memalang pintu keluar Pasar Sentral Timika, Papua karena mengeluhkan hasil pendapatan mereka minim pembeli sejak diberlakukannya retirbusi dengan menggunakan portal ototmatis.

Aksi pemalangan, Kamis (11/2) mereka memalang pintu masuk dan pintu keluar pasar sentral dengan cara menaruh sebuah meja dan membakar kayu-kayuan.

Salah satu mama Papua disaat aksi mengeluhkan sepi pembeli setelah diberlakukan portal otomatis, selain itu para pedagang dikenakan tarif ojek seharga Rp 10 ribu jika mengantar hingga kedalam pasar, hal tersebut dilakukan untuk menutupi biaya penarikan retribusi.

“Kami palang pintu keluar karena kami punya jualan kering-kering tidak ada yang mau beli karena masuk bayar keluar juga bayar,” kata mama yang tidak mau disebutkan namanya, Kamis (11/2).

Mama-mama Papua sangat memprihatinkan jika dilihat sepi pembeli ditambah dengan penarikan retribusi, untuk itu ia meminta kepada Disperindag untuk tidak menggunakan portal otomatis lagi demi mendapatkan keuntungan dari pengunjung.

“Kami minta jangan pakai portal otomatis, itu bukan memerlancar malah membuat kita pedagang setengah mati. Kalau mau tarik retribusi yah khusus pengunjung yang data saja menggunakan kendaraan,”pintanya.

Sementara itu, sebagai pelaksana atau kepala Pasar Sentral Charles Luis Pakage usai aksi demo tersebut menyampaikan, permintaan warga yaitu membuka portal agar masysrakat bisa bebas masuk ke pasar, sebab, penggunaan portal otomatis membuat pendapatan pedagang khusus mama-mama Papua menjadi berkurang.

“Yang pertama mereka sampaikan itu pembeli berkurang setelah ada portal,” kata Charles, Kamis (11/2).

Ia menjelaskan, permintaan mama-mama Papua untuk tidak menggunakan portal nantinya akan disampaikan kepada Kadisperindag sampai ada solusi dan memungkinkan untuk portal tersebut difungsikan kembali.

“Tadi sesuai permintaan jangan diaktifkan dulu portal, dan saya pikir pak kadis pasti mengikuti, karena ini menyangkut mama-mama Papua. Tapi kita belum tau sampai kapan tidak ada portal,” jelasnya.

Sementara itu Kapolsek Miru Kompol Sarraju mengatakan, pihaknya hanya bisa mengamankan jika terhadap aksi-aksi, dan melakukan komunikasi dengan pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk diambil langkah.

“Kami sifatnya pengamanan, dan pengelolaan didalamkan bukan kami, tapi hal-hal yang terkait dengan pasar tetap akan kita komunikasikan sehingga ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan dan diambil langkah,” kata Sarraju, Kamis (11/2).

Sebab, bicara masalah pasar bukan hanya tentangpenjual dan pembeli tapi bagaimana memberikan kenyamanan dan kemudahan terlebih kepada mama-mama Papua.

“Bicara masalah pasar bukan hanya masalah pengunjung dan pembeli tapi bicara juga tentang pelaku usaha terutama mama-mama Papua. Artinya mereka ini yang harus terus dibantu dan diperhatikan sehingga memberikan pengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan mereka,” ungkapnya.

Dalam aksi demo dri Mama mama Papua tersebut, salah satu anggota DPRD Mimika dari Komisi B, Muhammad Nurman S Karupukaro juga terlihat menemui Mama mama Papua. Bahkan sejumlah Mama mama Papua meminta anggota dewan untuk membantu menyampaikan aspirasi mereka. (opa)

Administrator Timika Bisnis