Miliki Nilai Ekonomi yang Tinggi Noken Harus Terus Dikembangkan

Timika (timikabisnis) – Noken tas tradisional orang Papua telah ditetapkan menjadi warisan dunia oleh Unesco pada tanggal 4 Desember 2012. Sejak itu disetiap tanggal 4 Desember diperingati sebagai hari noken sedunia.Tahun ini genap 10 tahun Noken ditetapkan sebagai warisan dunia.

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika, Rabu (7/10/2022), menggelar doa bersama dalam rangka memperingati HUT Noken ke 10 di Mimika.

Hadir dalam acara tersebut para tokoh agama,mama mama Papua pengerajin Noken, Perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika, Ketua Kadin Mimika,para pimpinan Bank beserta para tamu undangan lainnya.

Ketua FKUB Kabupaten Mimika, Ignatius Adii,dalam sambutannya mengatakan bahwa noken merupakan salah satu warisan budaya Papua yang memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi sehingga harus dikembangkan dengan baik.

“10 tahun lalu sudah di daftarkan di Unesco sebagai warisan dunia.Oleh karena itu bagi Orang Papua noken adalah salah satu komoditi yang memiliki nilai ekonomi yang harus dikembangkan,”kata Ignatius.

Saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika sedang gencar mendorong pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Mimika.

Pemkab Mimika bersama dengan Kamar Dagang Industri (Kadin) Mimika serius untuk mendorong pelaku UMKM di Timika yang bergerak di usaha pengerajin noken khusus mama mama Papua untuk terus tumbuh dan berkembang secara baik.

“Dan itu ditanggapi serius oleh Pemda Kabupaten Mimika setelah bapak Bram Raweyai Mejadi ketua Kadin”kata Ignatius.

FKUB Mimika memberikan apresiasi dan dukungan dari pemerintah daerah dan Kadin Mimika atas dukungan untuk mama mama pengerajin noken di Mimika.

Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Mimika, Bram Raweyai, mengajak seluruh mama mama Papua pengerajin noken di Mimika agar bergabung dalam Asosiasi UMKM Kabupaten Mimika yang telah dibentuk.

“Saran kepada Mama mama Papua dengan adanya asosiasi ini penting supaya dari situ kita akan komunikasi untuk pemasaran,”kata Bram.

Bram mengatakan setelah dibentuk asosiasi tersebut beberapa bulan yang lalu, saat ini asosiasi UMKM Mimika sendiri telah memiliki 21 outlet penjualan noken yang tersebar di beberapa tempat di Mimika,mulai dari hotel hingga ke pusat perbelanjaan di Timika.Respon masyarakat atas hadirnya outlet outlet tersebut sangat baik.

” Terima kasih kepada BRI Timika yang telah menyumbangkan 20 etalase dan juga satu etalase dari KPPN “kata Bram.

Memasarkan noken agar tembus hingga ke pasar nasional dan internasional adalah menjadi salah satu hal yang sedang dipikirkan oleh pihaknya.Oleh karena itu, pentingnya kerjasama antara pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan lainnya agar noken noken hasil rajutan mama mama Papua di Timika bisa dipasarkan keluar.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika,Paulus Dumais dalam sambutannya pada acara tersebut mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melestarikan noken sebagai salah satu warisan budaya dunia.

“Kita tahu bersama noken saat ini sudah semakin berkembang dalam dunia mode bukan hanya sebagai tas, di zaman ini noken digemari anak muda dalam fashion”kata Paulus

Pemerintah daerah akan mendukung mama mama Papua pengerajin noken untuk terus melestarikan noken.

“Inikan akan menjadi perhatian pemerintah sehingga memberikan tempat terbaik bagi mama mama Papua pengerajin noken dan juga dapat mempromosikan noken sebagai buah tangan khas Mimika bagi orang yang berkunjung ke kabupaten Mimika”kata Paulus.

Disela-sela kegiatan tersebut, Ketua FKUB Kabupaten Mimika, Ignatius memberikan piagam penghargaan kepada Plt Bupati Mimika,Johannes Rettob sebagai bapak pembangunan dan pendukung budaya papua serta motivator antar umat beragama dalam menjaga toleransi,kerukunan serta menciptakan mimika cerdas,aman,damai, dan sejahtera di Kabupaten Mimika.

Dan Kepala Kesbangpol,Yan Slamet Purba sebagai bapak pendukung budaya papua dan motivator antar umat beragama dalam menjaga toleransi,kerukunan di Kabupaten Mimika. (sel)

Administrator Timika Bisnis