Timika (Timikabisnis) – Masyarakat Suku Sempan di Timika menyatakan diri dan meminta dukungan dari Suku keberadaan di Timika untuk berdiri sendiri sekaligus pamit keluar dari lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro. Karena menurut mereka Suku Sempan dan Kamoro berbeda dari sisi adat istiadat dan warisan budaya dari para leluhur.
Tokoh Pemuda Suku Sempan, Leo Otanefake melalui rilisnya yang dikirim ke wartawan, Selasa (20/4/2022) mengatakan, masyarakat Suku Sempan dari Manasari sampai Nakai tidak ingin jadi korban kedua kali dalam bingkai Suku Kamoro dan beberapa minggu kedepan akan berubah jadi Suku Mimika We.
Dengan demikian kata dia pihaknya Suku Sempan dengan hormat meminta Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro ( Lemasko) bahwa Suku Sempan mengundurkan diri dan berpisah dari Suku Kamoro. Keputusan ini mereka ambil dengan alasan Suku Sempan sejak dulu punya suku sendiri, punya ciri khas dan budaya sendiri dan berbeda dengan Kamoro.
Masyarakat Suku Sempan kata dia dipastikan tidak akan ikut dan terlibat dalam acara rekonsiliasi yang akan dilaksanakan pada tanggal 24 April mendatang di Kokonao, Distrik Mimika Barat. Sebagai warga Suku Sempan sadar bahwa mereka bukan Suku Kamoro atau nanti akan berubah jadi Mimika We. Bagi Leo bersama warganya adalah tetap Suku Sempan.
Tokoh Intelektual Suku Sempan, Andrianus Patao, ST menuturkan pihaknya Suku Sempan secara tegas menyatakan keluar dari Lemasko dan Suku Sempan Berdiri Sendiri sama seperti suku-suku yang lainnya di Timika.
Kata dia pihaknya tidak ikut terlibat dalam kegiatan rekonsiliasi di Kokonao tanggal 24 April mendatang, sebab mereka mau keluar dari Suku Kamoro.
Suku Sempan kata dia ada sejak dulu, karena hanya untuk kepentingan PT Freeport saja maka Suku Sempan harus bergabung dengan Suku Kamoro dan lembaga adat Lemasko.
Atas dasar itu, jelas Andrianus Suku Sempan tidak mengulangi kesalahan yang kedua kalinya dan menyatakan keluar dari Kamoro juga dari Lemasko. Karena adat, budaya bahasa dan pola hidup berbeda antara orang Kamoro dan orang Suku Sempan, sekaligus mau minta dukungan suku-suku kebkerabatan di Timika, agar Suku Sempan dapat membentuk Lembaga Adat sendiri.
Di wilayah pesisir yang ada di wilayah Kabupaten Mimika tidak hanya Kamoro tapi ada Suku Sempan dibangun Timur dsri Manasari, Omawita sampai ke Nakai. Suku Sempan harus diakui oleh pemerintah, Freeport, sebab Suku ini sudah ada sejak nenek moyang orang Sempan. Suku Sempan tenggelam setelah suku-suku melebar masuk ke Lemasko untuk kepentingan PT Freeport Indonesia. (tim)

