Komisi III DPRK Mimika Kunjungi Dinas Kebudayaan DIY, Libatkan OPD Teknis Untuk Pelajari Pengembangan Budaya dan Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal

YOGYAKARTA, (timikabisnis.com) – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Provinsi Papua Tengah, melaksanakan kunjungan kerja ke Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (23/10/2025).

Kunjungan ini bertujuan mempelajari strategi dan potensi pengembangan sektor kebudayaan serta pariwisata berbasis kearifan lokal, yang diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan sektor serupa di Kabupaten Mimika.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda studi banding Komisi III DPRK Mimika, dengan melibatkan secara langsung Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Mimika sebagai mitra teknis dalam pelaksanaan program daerah.

Rombongan dipimpin Ketua Komisi III DPRK Mimika, Herman Gafur, SE, didampingi Wakil Ketua Komisi, Adolf Omaleng, Sekretaris Komisi, Herman Tangke Pare, ST, serta anggota Komisi III lainnya, yakni Benyamin Sarira, SP, Sasiel Abugau, Yan Pieterson Laly, ST, Rampeani Rachman, S.Pd, Elias Mirip, SE, Dominggus Kapiyau, dan Federina Matirani.

Turut hadir Wakil Ketua I DPRK Mimika, Asri Akkas, S.Kom, serta dari unsur eksekutif, Plt Kepala Disparbudpora Mimika, Elisabeth Cenawatin.

Pelajari Model Pengembangan Kebudayaan dan Wisata DIY

Ketua Komisi III DPRK Mimika, Herman Gafur, menjelaskan bahwa fokus utama kunjungan ini adalah menggali model pengembangan potensi budaya dan pariwisata di Yogyakarta yang bisa diadaptasi di Mimika.

“Masih banyak objek wisata di Mimika yang belum dikembangkan. Padahal sektor ini menyimpan kekayaan alam dan budaya yang dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, pelibatan OPD teknis seperti Disparbudpora sangat penting agar hasil studi banding ini tidak hanya menjadi referensi, tetapi dapat langsung diimplementasikan dalam program kerja daerah.

“Mereka yang akan merancang programnya, tentu disesuaikan dengan karakteristik daerah dan budaya lokal masyarakat Mimika,” sambung Herman.

Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka peluang kerja baru serta mengembangkan potensi seni dan kreativitas masyarakat lokal.

“Jika ke depan dinas terkait serius menggenjot sektor pariwisata, maka perlu dukungan anggaran yang memadai agar destinasi wisata menjadi lebih menarik,” tegasnya.

Ketua Komisi III DPRK Mimika, Herman Gafur, didampingi Wakil Ketua I, Asri Akkas, Dan Plt Kepala Disparbudpora Mimika,Elisabeth Cenawatin, saat menerima cinderamata dari Dinas Kebudayaan DIY yang diserahkan oleh Kabid Pengembangan Kapasitas Lembaga Budaya Dinas Kebudayaan, Agus Suwarto.

Paparan Strategi Kebudayaan dari Dinas Kebudayaan DIY

Paparan materi disampaikan oleh Kabid Pengembangan Kapasitas Lembaga Budaya Dinas Kebudayaan DIY, Agus Suwarto, S.Sos, yang menjelaskan dasar hukum serta program strategis pengembangan kebudayaan daerah.

Dasar hukum utama yang menjadi pijakan pengembangan kebudayaan di DIY antara lain:

1. UU No. 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY

2. Perdais DIY No. 3 Tahun 2017 tentang Pemeliharaan dan Pengembangan Kebudayaan

3. Pergub DIY No. 32 Tahun 2023 tentang Pelaksanaan Perdais No. 3 Tahun 2017

4. Pergub DIY No. 36 Tahun 2014 tentang Desa/Kalurahan Budaya

5. Pergub DIY No. 93 Tahun 2020 tentang Desa/Kalurahan Mandiri Budaya

 

Agus memaparkan bahwa kebudayaan merupakan salah satu kewenangan istimewa daerah di DIY, selain urusan kelembagaan, pertanahan, dan tata ruang.

Program unggulan Dinas Kebudayaan DIY di antaranya:

Penetapan 100 Kelurahan Budaya

Pendampingan teknis dan fasilitasi kegiatan seni budaya seperti Pentas Seni Selasa Wagen, Pentas Seni YIA, Gaung Gamelan Festival, dan Gelar Potensi Kalurahan

Pengembangan Kalurahan Mandiri Budaya, Desa Wisata, Desa Prima, dan Desa Preneur

Dukungan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk balai budaya, warisan budaya tak benda (WBTB), serta rintisan kalurahan budaya.

Mimika Miliki Potensi Wisata Alam dan Budaya

Sementara itu, Plt Kepala Disparbudpora Mimika, Elisabeth Cenawatin, memaparkan potensi pariwisata dan kebudayaan yang dimiliki Kabupaten Mimika.

“Mimika memiliki kekayaan alam dan budaya yang unik serta berpotensi menjadi daya tarik wisata nasional. Salah satu yang sedang kami kembangkan adalah wisata mangrove di kawasan pesisir Mimika. Selain memiliki nilai keindahan, ekosistem mangrove juga bernilai edukatif dan penting bagi pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Selain ekowisata, Mimika juga memiliki potensi wisata budaya, religi, dan atraksi seni yang menggambarkan keragaman etnis masyarakat.

“Melalui kunjungan ini, kami ingin belajar bagaimana Yogyakarta mengelola potensi budaya dan wisata secara terpadu agar dapat kami terapkan di Mimika sesuai karakter daerah,” tambahnya.

Dukungan dan Masukan dari Anggota Komisi III

Anggota Komisi III DPRK Mimika, Rampeani Rachman, S.Pd, menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam pengembangan pariwisata.

“Kita harus membangun kesadaran masyarakat agar turut menjaga dan mempromosikan potensi wisata lokal. Ketika masyarakat terlibat aktif, manfaat ekonominya akan terasa langsung,” tuturnya.

Sedangkan Dominggus Kapiyau menilai bahwa pengembangan budaya dan wisata bisa menjadi sarana mempererat persatuan masyarakat.

“Melalui budaya dan pariwisata, kita bisa membangun kebanggaan lokal dan memperkuat jati diri masyarakat Mimika. Pemerintah perlu memberi ruang bagi generasi muda untuk berkreasi dan berpartisipasi dalam kegiatan seni maupun promosi wisata,” ujarnya, sejalan dengan pandangan Yan Pieterson Laly.

Melalui kunjungan ini, Komisi III DPRK Mimika bersama Disparbudpora berharap dapat mengadopsi model pengembangan kebudayaan berbasis komunitas seperti di DIY, guna memperkuat identitas budaya lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.

Sebagai penutup kegiatan, Ketua Komisi III Herman Gafur bersama Wakil Ketua I DPRK Mimika, Asri Akkas, menyerahkan cinderamata kepada Dinas Kebudayaan DIY yang diterima langsung oleh Agus Suwarto, disusul dengan sesi foto bersama. (Anis Batalotak)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *