Bandung (timikabisnis) – Komisi B DPRD Kabupaten Mimika mengusulkan program Sister City (Kota Kembar) dengan pemerintah Kabupaten Bandung saat melakukan studi banding di Kabupaten Bandung, Selasa (11/10).
Program Sister City dianggap mampu menyelesaikan berbagai persoalan di Kabupaten Mimika khususnya bidang pertanian maupun menghidupkan Koperasi dan UMKM di Kabupaten Mimika, Melihat kondisi pertanian Kabupaten Bbandung yang unggul ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai juga pengelolaan Koperasi dan UMKM yang sudah maju.
Hal ini mencuat saat diskusi antara komisi B dengan pemerintah kabupaten Bandung yang dihadiri oleh staf Ahli bidang Ekonomi, H. Agus Firman, Sekretaris Dinas Pertanian, Agus Mulia, dan Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM, Perdana. Sementara dari komisi B DPRD Mimika dipimpin oleh Ketua Komisi B, M.Nurman Karupukaro, Mathius Yanengga, Tanzil Aharie, Lexi Lintuuran,Anton Pali, Samuel Bunay, Yustina Timang, Meri Pongutan dan perwakilan dinas koperasi kabupaten Mimika.
Program Sister City sejalan dengan maksud studi banding komisi B ke kabupaten Bandung, yang disampaikan ketua Komisi B, M. Nurman Karupukaro yaitu ingin mempelajari pengelolaan koperasi dan UKM di kabupaten Bandung yang sudah mandiri dan maju, selanjutnya sektor pertanian yang unggul.
‘’ Kami datang dalam rangka studi banding untuk belajar pengelolaan koperasi dan UMKM serta melihat sektor pertanian di Kabupaten Bandung yang sudah maju dengan sarana prasarana yang menunjang, sementara di Mimika mempunyai lahan yang luas dan tanah yang subur tapi pengelolaannya masih tradisional” kata Nurman.
Khusus UMKM, pemerintah kabupaten Mimika sangat serius, sementara ini mengirimkan 62 anak untuk melanjutkan kuliah di Universitas Koperasi Indonesia (IKOPIN) di Kabupaten Bandung.
Staf Ahli bidang Ekonomi Kabupaten Bandung, Agus Firman mewakili pemerintah kabupaten Bandung menyambut baik kunjungan Komisi B DPRD Mimika dan terkait usulan Sister City, nanti akan dilaporkan kepada Bupati Kabupaten Bandung dan teknisnya akan dibicarakan lebih lanjut, kedepannya akan dibentuk tim khusus untuk mempelajari usulan ini.
Ia menjelaskan saat ini di Kabupaten Bandung memiliki 15.000 UMKM yang bergerak di berbagai bidang diantaranya perdagangan, fashion, gamis, pertanian, dan pariwisata. Kabupaten Bandung menjadi salah satu sentra perindustrian Jeans (celana panjang).
Kabupaten Bandung juga sebagai pusat kopi terbaik di indonesia, saat ini APBD Kabupaten Bandung berkisar Rp. 4 Triliun dengan 3,6 jt penduduk.
Menambahkan penjelasan staf ahli, Sekretaris dinas pertanian, Agus Mulia, menjelaskan untuk program pertanian, Dinas Pertanian kabupaten Bandung bekerjasama dengan Universitas UNPAR untuk penelitian dan pengembangan pertanian.
Adapun program penanggulangan kemiskinan yang dicanangkan Bupati Kabupaten Bandung berupa penjualan produk pertanian langsung dari petani kepada Konsumen, kemudian pemberian kartu tani, jadi semua petani didata, selain itu juga ada program Asuransi untuk tanaman padi dan asuransi ternak sapi.
Untuk Koperasi dan UMKM disediakan program pemberian dana kredit lunak kepada pelaku UMKM, dengan menyediakan dana Rp. 40 Miliar di Bank Jabar untuk disalurkan kepada pelaku UMKM dengan pinjaman lunak Rp. 10 Juta per UMKM.
Setelah diskusi acara dilanjutkan dengan pemberian cinderamata dari komisi B yang diserahkan oleh ketua komisi kepada staf ahli Kabupaten Bandung. (don)

