Komisi A Sayangkan Bantuan Bagi Mahasiswa Mimika Diluar Timika Sangat Minim

Komisi A DPRD Mimika foto bersama dengan Kepala Bagian SDM Setda Mimika, Marthinus J Nuboba, Selasa (9/8/2022)/Foto : husyen opa

TIMIKA, (timikabisnis.com) –  Komisi A DPRD Mimika sangat menyayangkan dengan minimnya bantuan atau perhatian dari Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Setda Kabupaten Mimika terkait bantuan beasiswa dan operasional asrama bagi mahasiswa asal kabupaten Mimika yang sedang menuntut ilmu diluar Timika dan diluar Papua.

Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Komisi A DPRD Mimika dengan Bagian SDM Setda Mimika dalam kegiatan pengawasan yang berlangsung di ruang Rapat Bagian SDM Sentra Pusat Pemerintahan SP 3, distrik Kuala Kencana, Timika, Selasa (9/8/2022).

Dalam pertemuan tersebut, Komisi A hadir diantaranya Ketua Komisi A Daud Bunga,SH, Wakil Ketua Komisi, Nathaniel Murip,SH, Sekretaris Komisi Reddy Wijaya, Thobias Albert Maturbongs, Marthinus Walilo dan Yan Sampe,SE, sedangkan Bagian SDM, hadir Kepala Bagian SDM Setda Mimika, Marthinus J Nuboba dan Kepala Sub Bagian Data, Daniel Dulame,S,Sos.

Kepala Bagian SDM Setda Mimika, Marthinus J Nuboba kepada rombongan komisi A DPRD Mimika mengakui minimnya anggaran dibidag SDM sehingga tidak bisa berbuat banyak untuk membantu mahasiswa asal Mimika yang sedang menuntut ilmu diluar Timika, terutama soal pemondokan atau asrama yang ditempati maasiswa.

“Yang kendala saat ini dialami oleh adik adik mahasiswa di beberapa kota studi seperti, di Jayapura ada dua asrama, Manokwari, Manado, dan Bandung. Hampir semua asrama tersebut saat ini kondisi sangat memprihatinkan, dan kami tidak dapatkan alokasi dari APBD yang mencukupi dimana hanya mendapatkan dana melalui dana Otonomis khusus senilai Rp 10 miliar untuk tahun 2022,”sebut Marthinus J Nuboba.

Menurutnya, dana Rp 10 miliar dari dana otsus tersebut untuk tahun anggaran 2022 telah terbagi atau tersalurkan kepada seluruh mahasiswa  asal Mimika yang sedang kuliah di luar Timika, termasuk mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di luar negeri tepatnya di California Amerika Serikat.

“Dana Rp dana 10 miliar itu sudah kami bagi habis dan setiap orangnya mendapatkan Rp 4 juta selama setahun, ini termasuk angka yang paling kecil.Kami setiap tahun mengusulkan melalui Renja untuk membantu biaya operasional asrama di beberapa namun tak pernah direalisasi melalui APBD. Program yang dari Bagian SDM hanya dapat bisa kami bantu setiap asrama satu tahun sebesar Rp 20 juta, dan angka ini tentunya sangat jauh dari cukup,”jelasnya.

Ia mengaku dengan Rp 20 juta selama setahun yang kami berikan mahasiswa mengatakan tidak mampu untuk membiaya operasional asrama, termasuk kebutuhan air, listrik dan biaya perawatan asrama lainnya selama setahun.

“Dengan keterbasan dana  di kami sehingga kami hanya mampu membantu satu asrama di beberapa kota studi sebesar Rp 20 juta, tentunya angka itu tidak mencukupi. Belum lag dengan kondisi asrama seperti di Jayapura, Manokwari, Manado, Bandung semua kondisinya rusak dan perlu rehab, bahkan banyak mahasiswa kini harus mencari kos  dan membayarnya sendiri,”keluh Nuboba.

Ketua Komisi A, Daud Bunga, SH mengakui sangat miris kondisi asrama mahasiswa asal Mimika yang saat ini dalam kondisi rusak dan juga minimnya bantuan beasiswa yang hanya diberikan melalui dana Otsu dengan besaran Rp 10 miliar.

“Sangat miris sekali kondisi mahasiswa dan asrama mereka yang dilaporkan oleh Kepala Bagian SDM tadi, harusnya tidak bisa terjadi seperti ini kalau memang ada perhatian dari Tim Anggaran Pemerintah (TAPD) yang sangat minim untuk dialokasikan ke bagian SDM. Saya berharap kita Komisi A akan menjadi konsen tentang hal ini, kalau bisa kita langsung tinjau kondisi asrama sehingga bisa menjadi bahan untuk kita dorong di APBD Perubahan 2022,”tegas Daud Bunga.

Daud menambahkan, soal mempersiapkan SDM anak anak asli Mimika ini harus menjadi prioritas, kalau bisa ada waktu kita ketemu Bupati bersama Kepala Bagian SDM untuk menyampaikan kondisi yang dialami mahasiswa.

“Kami harus prioritaskan soal kebutuhan mahasiswa dibeberapa kota studi, sangat miris sekali kalau tidak ada bantuan dari APBD Mimika. Asrama sudah sangat memprihatinkan bagi mahasiswa Mimika yang sedang menuntut ilmu di beberapa kota studi diluar Timika dan luar Papua,”keluh Daud Bunga.

Suasan pertemuan antara Komisi A DPRD Mimika dengan Kepala Bagian SDM Setda Mimika, Marthinus J Nuboba,Selasa (9/8/2022)/Foto : husyen opa

Anggota Komisi A Marthinus Walilo mengaku persoalan bagian SDM Setda Mimika ini kurang mendapatkan perhatian padahal perannya sangat mulia karena dalam rangka mempersiapkan SDM SDM unggul bagi kabupaten Mimika.

“Saya ikuti persis pembahasan anggaran untuk bagian SDM yang mendapatkan alokasi anggaran sangat kecil, padahal di Dinas Pendidikan sendiri anggaranya cukup besar. Saya melihat pemerintah hanya fokus kepada pendidikan tingkat TK,SD dan STP sementara untuk perguruan tinggi tidak ada sama sekali, hal ini terbukti dengan alokasi anggaran untuk membantu mahasiswa yang ada menuntut ilmu diluar Timika dan luar Papua,”keluh Walilo.

Walilo berharap agar Bagian SDM bisa memberikan data lengkap tentang berapa jumlah mahasiswa yang ada diluar kota Timika, rehab asrama dan biaya operasional yan dibutuhkan untuk bisa disamaikan secara tertulis kepada Komisi A untuk nantinya sebagai dasar untuk kita perjuangkan dan mendorong untuk di akomodir di APBD Perubahan 2022 atau APBD induk tahun 2023.

“Kalau bisa program dari SDM kami bisa diberikan data agar kami bisa dorong, terutama program yang bersifat emergency. Semampu kami akan kami perjuangkan sebab Bidang SDM sama sekali tidak dihiraukan, pendidikan di Mimika ini hancur,”tegas Walilo.

Anggota Komisi A lainnya, Yan sampe berharap dengan kondisi yang ada di SDM ini menjadi tanggungjawa bersama Bidang SDM dan DPRD Mimika.

“Perlu kita dorong bersama dan perjuangkan, sebab ini menjadi tanggungjawab kita bersama. Kita akan berupaya keras dan memperjuangkan dengan berbagai cara agar mahasiswa asal Mimika yang sedang belajar di kota studi bisa merasakan dan sukses dalam menuntut ilmu,”ungkap Yan Sampe.

Wakil Ketua Komisi A, Nathaniel Murip berharap pemerintah harus peduli kepada para calon SDM unggul asal kabupaten Mimika karena mereka adalah generasi penerus dimasa mendatang.

“Kalau bisa kita dorong dan memperjuangkan agar mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di luar bisa mendapatkan bantuan yang layak, sebab mereka adala calon pemimpin di masa mendatang untuk melanjutkan pembangunan di kabupaten Mimika,”pinta Nathaniel.

Anggota Komisi A dari Fraksi Golkar, H.Iwan Anwar,SH,MH mengaku sedih dengan besaran bantuan beasiswa bagi mahasislwa asal kabupaten Mimika dari dana APBD yang sangat minim.

“Sedih kalau tidak ada bantuan beasiswa dari dana APBDm  komisi A dalam waktu dekat untuk bisa membantu memperjuangkan dalam APBD Perubahan 2022. Ini bersifat urgent, seperti rehab dan pembangunan asrama, sebab fasilitas fasilitas pendukung ini dapat mempengaruhi kwalitas belajar mereka. Mohon nantinya kami diberi data lengkap dan secara rincia terkait jumlah mahasiswa dan jumlah asrama yang harus direhab dan dibangun,”pinta H. Iwan Anwar.

Sedangkan anggota Komisi A dari Fraksi PDIP, Thobias Maturbongs mengaku sangat prihatin dengan kondisi asrama mahasiswa Mimika di Manado yang kondisi sudah tidak bisa ditempati oleh mahasiswa.

“Asrama di Manado sejak dibangun hingga saat ini tidak memiliki perlengkapan, bahkan sampa saat ini asrama tersebut tidak ditempati mahasiswa. Ini harus menjadi perhatian Komisi A untuk sama sama kita perjuangkan,”tegas Thobias. (opa)

Administrator Timika Bisnis