MIMIKA, (timikabisnis.com) – Memasuki triwulan terakhir tahun anggaran, realisasi keuangan Kabupaten Mimika hingga bulan Oktober 2025 baru mencapai sekitar 40 persen. Angka ini dinilai lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mimika, Marthen Malissa, menjelaskan bahwa penyerapan anggaran tahun ini cenderung lebih lambat. Biasanya, pada periode yang sama, capaian sudah berada di atas 50 persen.
“Dibanding tahun lalu, penyerapan tahun ini memang lebih rendah. Di bulan yang sama biasanya sudah mencapai di atas 50 persen,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (20/10/2025).
Menurut Marthen, rendahnya realisasi keuangan disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya lambatnya pelaksanaan pekerjaan fisik, keterlambatan penginputan data oleh OPD di sistem pelaporan, serta proses administrasi di Pokja yang belum optimal.
Selain itu, faktor eksternal juga turut mempengaruhi. Ia menilai sebagian pimpinan OPD masih berhati-hati dalam mengambil langkah, terlebih tahun ini masih berada di penghujung masa politik yang berdampak pada ritme kegiatan pemerintahan.
Meski demikian, Marthen tetap optimis penyerapan anggaran dapat meningkat signifikan pada akhir tahun.
“Saya optimis di akhir tahun bisa mencapai 80 hingga 90 persen, karena masih banyak TU yang belum dipertanggungjawabkan,” tandasnya.(Lyddia Bahy)

