Timika (timikabisnis) – Komisi I DPRK Mimika mendukung Program dari Badan Kesbangpol Mimika untuk meningkatkan Wawasan Kebangsaan bagi pelajar, hal ini terungkap saat hearing komisi I dengan kepala Badan Kesbangpol Mimika di Kantor pusat pemerintahan Jalan Cenderawasih, SP3, Distrik Kuala Kencana Timika, Selasa (13/1/2026).
Dalam penjelasannya, Kepala Kesbangpol Mimika, Yan Selamat Purba, ST., M.Si mengatakan salah satu program yang aktif digencarkan dibawah kepemimpinannya yaitu mengadakan sosialisasi Empat Konsensus Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika) untuk pelajar.
“Kesbangpol berkomitmen dalam menjaga ideologi dan persatuan di Kabupaten Mimika seperti memperkuat pemahaman Pancasila dan Bela Negara bagi generasi muda serta penyelenggaraan kegiatan sosialiasi empat konsensus kebangsaan” ujarnya.
Menurutnya peran Kesbangpol di Kabupaten Mimika tidak terlihat namun dirasakan dampaknya oleh masyarakat kabupaten Mimika. salah satu prestasi yang diperoleh Kabupaten Mimika yaitu meraih Harmony Award 2025 dari Kementerian Agama RI, menjadi daerah paling harmonis di Indonesia karena sinergi kuat Pemda dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.
Dengan meraih Juara 1 Kinerja Pemda Terbaik dan Komitmen Tertinggi dalam Pemeliharaan Kerukunan. Penghargaan ini mengakui upaya Mimika dalam membangun toleransi dan persatuan di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya, menjadi contoh nasional. Hal ini mencerminkan bahwa Timika itu aman untuk berinvestasi, Timika aman untuk berusaha.
Yan Purba juga menyampaikan harapan kepada komisi I untuk memperjuangkan nasib anggota purna Paskibra Kabupaten Mimika, yang mana setelah menjalankan tugas sebagai anggota Paskibra Kabupaten Mimika, mereka didaulat untuk menjadi duta Pancasila.
Untuk memberdayakan mereka menjadi duta Pancasila perlu anggaran tersendiri, untuk tahun ini di APBD Induk belum diakomodir, berharap di APBD Perubahan bisa dimasukkan, ujarnya.

Anggota Komisi I Ester Rika Agustina Komber menyoroti masifnya peredaran Narkoba di Kabupaten Mimika, dia berharap Kesbangpol dapat melakukan sosialisasi kepada pelajar tentang efek samping bahaya Narkoba. Ia juga mengusulkan adanya tempat rehabilitasi pagi pengguna Narkoba.
Hal yang sama diungkapkan Anggota Komisi I, Matius Uwe Yanengga yang menyoroti masalah Narkoba, Ia berharap Kesbangpol berkolaborasi dengan BNN dalam menangkal Narkoba,
“Mimika rawan dari bahaya narkoba, sebab itu diperlukan kolaborasi antara Kesbangpol dan BNN untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat, Sehingga Mimika bisa aman dari Narkoba dan menjadi rumah kita bersama. Teman teman dari Badan Anggaran (Banggar) DPR tetap mendukung dana agar Kesbangpol bisa bekerja lebih baik lagi” ujarnya.
Anthon Alom menyoroti pentingnya pembinaan nasionalisme bagi anak anak muda. karena menurutnya nasionalisme dikalangan anak muda khususnya OAP sudah hilang, karena itu perlu dilakukan sosialisasi yang masif. Anton juga mengapresiasi atas Harmony Award tahun 2025 yang di raih Kabupaten Mimika dia berharap dapat dipertahankan.
Menanggapi masukan dari Komisi I DPRK Mimika, Sekretaris Kesbangpol Mimika, ibu Alfasiah, S.STP. M.Si. menjelaskan bahwa saat ini dari Kemendagri sedang menyusun modul wawasan kebangsaan yang disesuaikan kekinian, untuk jadi acuan bagi Kesbangpol Mimika.
Untuk Harmony Award yang diraih Kabupaten Mimika menjadi tanggungjawab kita bersama mempertahankan hal tersebut.
Lebih lanjut Alfasiah menjelaskan untuk masalah lembaga adat, di Kesbangpol ada dana pembinaan tapi tidak bisa dicairkan karena masalah administrasi. Tahun ini diupayakan pembentukan Lembaga Hukum Adat Suku Amungme dan Lembaga Hukum Adat Suku Amungme Kamoro. Lembaga hukum adat di Mimika hanya boleh dua, Amungme dan Kamoro dan akan dikuatkan berdasarkan SK Bupati. Adapun lembaga lain diluar itu, bentuknya organisasi.
Menyimpulkan hasil pertemuan, Iwan Anwar mencatat ada beberapa poin yang dihasilkan dalam pertemuan Komisi I dan Kesbangpol Mimika diantaranya :
1. Perlunya dibangun Sekretariat tempat pertemuan guna penyelesaian sengketa adat (honai besar), ini juga bisa dipakai sebagai tempat peradilan adat.
2. Harmony reward merupakan proses dari upaya menjaga Marwah kabupaten mimika yang harus dipertahankan.
3. Rumah sakit rehabilitasi Narkoba, dan Kampanye anti Narkoba.
4. Pembinaan terhadap purna paskibra yang tugasnya menjadi duta Pancasila
6. Mempersiapkan anak bangsa yang benar-benar mempunyai wawasan Kebangsaan dan Nasionalisme yang tinggi. (don)

