TIMIKA, (timikabisnis.com) – Rombongan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mimika pada hari Sabtu (21/12/2024) siang memantau harga sembilan bahan pokok di Pasar Sentral Timika menjelang Hari Raya Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).
Dalam pantauan rombongan Anggota DPRD Mimika tersebut memastikan bahwa harga sembilan bahan pokok tetap normal.
Usai memantua, Anggota DPRD Mimika Herman Tangke Pare bersama anggota Dewan lainnya, Dolfin Beanal, Amons Jamang, Dessy Putrika Ross Rante,Ester Rika Agustina Komber kepada wartawan mengatakan, Harga sembilan bahan pokok terpantau normal, dan dipastikan H-1 jelang Nataru pihaknya akan membantu lagi.
Dikatakan Herman Tangke Pare, harga sembako di pasar masih terbilang normal, tidak ada kenaikan yang terjadi bahkan sejak dua bulan lalu.
Seperti beras Sulawesi berada di harga Rp16 ribu per kilogram, beras Bulog Rp13 ribu dan Beras Super/Premium Rp19 ribu per kilogram. Selain beras harga bumbu dapur seperti bawang merah dan bawang putih berada di kisaran Rp55 ribu, ia menyebut harga masih sama dengan dua bulan lalu.
“Secara keseluruhan harga sembako di pasar ini normal, jadi tidak ada lonjakan yang cukup berarti dan dua bulan lalu harga itu sama dengan sekarang,” ujar Herman kepada wartawan.
Sementara untuk ikan juga katanya tidak ada kenaikan harga, seperti ikan Mubara per kilogram Rp35 ribu, Ikan Lema/Kembung Rp35 ribu dan Kakap Rp65 ribu. Bahkan untuk daging babi di pasar mengalami penurunan, itu karena selama ini ada pasar murah dengan daging babi segar.
“Daging babi sekarang 100 ribu, kemarin 200 ribu. Itu karena pasar murah sehingga harga itu normal,” kata dia.
“Kami akan selalu berkoordinasi dengan disperindag dan kami juga akan turun lagi di H-1 untuk mengecek harga,” lanjut dia.
Dewan juga berharap agar masyarakat tidak perlu panik soal ketersediaan barang di pasar Sentral, termasuk harga-harga yang dikhawatirkan naik.
Hal senada juga disampaikan Anggota DPRD, Dessy Putrika Ross Rante bahwa Untuk harga sembako ketersediaannya cukup dan harga terpantau normal.
“Msyarakat tidak perlu khawatir, termasuk harga-harga karena kami melihat disperindag konsen dalam hal itu,” ungkapnya. (Red)

