DLH Mimika Perkuat Inventarisasi Emisi Gas Rumah Kaca Melalui SIGN-SMART

MIMIKA,(timikabisnis.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mulai memperkuat upaya pengendalian emisi gas rumah kaca dengan membangun sistem inventarisasi data dari berbagai sektor yang berpotensi menjadi sumber emisi.

Langkah tersebut dilakukan melalui sosialisasi pengendalian emisi sekaligus pengenalan dan penginputan data inventarisasi gas rumah kaca menggunakan aplikasi SIGN-SMART.

Program ini melibatkan sejumlah instansi yang memiliki keterkaitan langsung dengan sumber emisi, antara lain sektor kehutanan, perhubungan, pertanian, dan perindustrian.

Kepala Bidang Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Mimika, Algertho Asmuruf, mengatakan ketersediaan data yang akurat menjadi bagian penting dalam menentukan langkah penanganan perubahan iklim, baik melalui adaptasi maupun mitigasi.

“Ini bertujuan untuk penanganan perubahan iklim, baik melalui adaptasi maupun mitigasi perubahan iklim. Jadi, kita perlu data dari berbagai sumber,” kata Algertho saat diwawancarai, Senin (24/8/2026).

Menurut Algertho, gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO₂) dan metana (CH₄) dapat dihasilkan dari berbagai aktivitas manusia.

Peningkatan emisi, terutama yang berasal dari aktivitas industri, transportasi, pertanian, serta perubahan kondisi kawasan hutan, dapat memberikan tekanan terhadap lingkungan dan meningkatkan risiko dampak perubahan iklim.

Salah satu dampak yang mulai menjadi perhatian, kata dia, adalah perubahan kondisi sumber air. Perubahan lingkungan dapat dirasakan masyarakat, salah satunya melalui semakin sulitnya memperoleh sumber air yang mudah dijangkau, terutama ketika terjadi perubahan kondisi iklim.

Untuk memperkuat pengumpulan data, DLH Mimika juga membentuk kelompok kerja (Pokja) yang nantinya terintegrasi dengan sistem SIGN-SMART.

Pokja tersebut akan menghimpun data dari masing-masing sektor berdasarkan aktivitas yang berpotensi menghasilkan emisi. Data yang dikumpulkan antara lain mencakup luasan hutan, kejadian kebakaran hutan, serta jumlah dan jenis kendaraan.

Seluruh data tersebut kemudian akan diverifikasi dan dianalisis oleh DLH sebagai leading sector. Hasil analisis digunakan untuk mengetahui besaran emisi serta tingkat pencemaran yang ditimbulkan dari masing-masing sumber.

Dari hasil tersebut, pemerintah dapat menentukan langkah penanganan yang lebih tepat untuk menekan emisi dan mengurangi dampaknya terhadap lingkungan.

“Data-data misalnya luasan hutan, kebakaran hutan, data kendaraan sesuai tipe masing-masing karena menghasilkan gas CO₂. Dari hasil kajian kita bisa tetapkan tingkat pencemarannya, apakah berat atau ringan,” ujar Algertho.

Dengan pendekatan berbasis data tersebut, kata Dia,DLH Mimika berharap pengendalian emisi gas rumah kaca tidak berhenti pada tahap pendataan, tetapi dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan dan langkah nyata dalam menghadapi perubahan iklim di Kabupaten Mimika.(Liddya Bahy)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *