Buaya yang menerkam Damianus Yauta (30) saat dibelah dan terlihat dua kaki korban yang berhasil dikeluarkan dari perut buaya di Kampung Ayuka, Distrik Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika, Jumat (21/1/2022)/Foto : Istimewa
AYUKA, (timikabisnis.com) – Damianus Yauta (30) warga kampung Ayka distrik Mimika Timur Jauh kabupaten Mimika yang dikabarkan hilang diterkam buaya pada Jumat (21/1/2022) siang sekitar pukul 14.00 WIT korban sudah ditemukan berikut buaya yang menelan korban.
Berdasarkan infromasi yang berhasil dihimpun timikabisnis.com dan video yang beredar di media sosial, korban telah ditemukan dengan sebagian tubuhnya didalam perut buaya.
Pukul 14.00 WIT saat dievakuasi ke Kampung Ayuka, buaya memuntahkan separuh tubuh dari Damianus Yauta dan sebagian masih didalam perut. Dan hingga sore tadi disaksikan aparat kepolisian dari Polsek Mimika Timur dan Tim SAR Timika. Warga membelah perut buaya dan mendapatkan sebagian tubuh yang sudah terpisah dalam beberapa bagian didalam perut buaya.
Isak tangis tidak terbendung dari keluarga Damianus Yauta yang menyaksikan langsung proses membelah perut buaya raksasa di kampung Ayuka.
Sebagaimana dikabarkan, Damianus Yauta (30)warga Kampung Ayuka, Distrik Mimika Timur Jauh dilaporkan hilang di terkam buaya saat mencuci karaka (kepiting bakau) di sungai Ayuka Jumat (21/1/2022).
Kantor SAR Timika menerima laporan dari Kapala Kampung Tipuka, bahwa korban diterkam buaya saat mencuci Karaka di kali Ayuka.
Menurut salah seorang saksi rekan sesama pencari karaka mengatakan ketika korban hendak mencuci karaka tiba-tiba buaya muncul dari dalam air dan langsung menerkam korban, dan langsung di seret kedalam air.
Keluarga korban beserta masyarakat sekitar sudah berusaha melakukan pencarian namun hingga malam hari pencarian korban belum juga membuahkan hasil.

Kepala Kantor SAR Timika George L.M. Randang langsung memberangkatkan Tim SAR gabungan menggunakan dua unit perahu karet bermesin 15 PK melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
“hingga berita ini diturunkan Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian,”kata George dalam keterangan tertulisnya Jumat (21/1/2022).
George menghimbau kepada masyarakat agar berhati hati dalam mengadakan aktivitas di daerah yang terindikasi ada buaya.
“harapan kami pemerintah daerah bisa memediasi Basarnas dalam pemasangan tanda atau papan peringatan bahaya adanya hewan buas agar masyarakat bisa menghindar beraktivitas di daerah tersebut,”kata George.(sel/opa)
