Anggaran RP 2,4 M Tidak Bisa Mencover Bantuan Beasiswa di 18 Kota Studi

Kepala Bagian SDM Marthinus J Nuboba /Foto : husyen opa

TIMIKA, (timikabisnis.com) – Kepala Bagian SDM Setda Kabupaten Mimika Marthinus J Nuboba mengatakan, anggaran senilai Rp 2,4 miliar yang dialokasikan untuk membiayai pendidikan mahasiswa di 18 kota studi baik didalam negeri maupun diluar negeri sangat minim, hal tersebut disebabkan karena terjadi defisit anggaran.

Ditambahkannya, anggaran yang ideal untuk membiayai pendidikan mahasiswa di beberapa kota studi setelah dihitung-hitung bisa mencapai Rp 70 miliar, yang mana anggaran tersebut akan dipergunakan untuk mengcover seluruh pembiayai mahasiswa mulai dari studi akhir, biaya asrama, dan biaya kebutuhan sehari-hari pelajar dan mahasiswa.

Sebut saja 15 kota studi yang berada didalam negeri, dan 3 kota studi di luar negeri yaitu di California Amerika, Phipina, dan China.

“Saat ini kami sedang mengestimasi biaya yang dialokasikan kepada mereka ini sekitar Rp 70-an miliar namun sekarang ini belum bisa menjawab semua kebutuhan dari pada para mahasiswa, karena menurut tim anggaran ada terjadi defisit anggaran, jadi tidak mencukupi untuk membiayai,” kata Marthinus Nuboba, Rabu (10/2).

Ia menjelaskan, saat ini jumlah mahasiswa yang dibiayai oleh pemerintah sebanyak 1800 orang yang terdiri dari putra-putri Mimika dan juga putra-putri lahir besar Timika, dari jumlah tersebut sebanyak 900 orang atau setengah dari jumlah keseluruhan yang saat ini masih menempuh pendidikan, sedangkan sisanya masih berada di Mimika lantaran eksodus maupun pandemi covid-19 sehingga mereka belajar online.

“Untuk jumlah mahasiswa yang tersebar itu 1800 orang ada yang putra daerah dan labeti, yang aktif saat ini atau yang berada di kota studi itu ada 900 yang sisanya itu mahasiswa eksodus dan juga akibat pandemi, jadi untuk sementara waktu ini mereka belajar online,” jelasnya.

Pihaknya tidak bisa berbuat banyak agar anggaran tersebut bisa dialokasikan, namun kedepan jika ada perubahan anggaran, pihaknya akan menyampaikan kondisi yang terjadi kepada tim anggaran dan juga Banggar untuk diperhatikan, agar para mahasiswa tidak menjadi korban

“Bagian SDM pada prinsipnya bisa menghadap ke tim anggaran dan DPRD agar mereka bisa mengambil kebijakan agar bisa mencukupi kebutuhan, kalau tidak mencukupi maka mahasiswa banyak yang gagal,” ungkapnya.

Kendati demikian, dirinya mengharapkan bantuan dari pihak orang tua untuk bisa membantu keuangan anak-anak mereka terlepas dari bantuan pemerintah, karena ini tanggung jawab bersama.

“Jadi diharapkan peran serta ortu juga, kepada tim anggaran dan dewan bisa memperhatikan mahasiswa yang saat ini menempuh pendidikan dibeberapa kota studi dan juga diluar negeri,” harapnya. (Opa)

Administrator Timika Bisnis