DP3AP2KB Berharap Program KB Dapat Tingkatkan Kesejahteraaan Hidup Keluarga

Foto bersama peserta kegiatan penguatan peran serta organisasi kemasyarakatan dan mitra kerja dalam pelaksanaan pelayanan dan pembinaan kesetaraan ber KB, dengan Asisten I Setda Mimika Yulianus Sasarari, di Tongkonan Jalan Sam Ratulangi  Timika, Selasa (23/6)/Foto : Yunita Simon

TIMIKA (Timikabisnis.com) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika, menggelar kegiatan penguatan peran serta organisasi kemasyarakatan dan mitra kerja lainnya dalam pelaksanaan pelayanan dan pembinaan kesetaraan ber-KB.

Kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai upaya dalam menindaklanjuti program kampung KB yang telah dibentuk dan dibina selama ini oleh DP3AP2KB yang tujunnya untuk membangun program keluarga yang sejahtera.

Kegiatan tersebut dilaksanakan Senin (22/6) di Rumah Tongkonan Jalan Sam Satulangi  Timika, Papua dan hadiri oleh 6 kampung KB binaan DP3AP2KB dari enam distrik di kabupaten Mimika dan kelompok bina keluarga remaja, bina keluarga balita, bina keluarga lansia dan pusat informasi dan konseling remaja.

Kepala DP3AP2KB, Maria Rettob mengatakan bahwa ada 14 kampung KB yang sudah dibentuk  dan dibina oleh DP3AP2KB, setiap kampung terdiri dari satu distrik.

Pembentukan kampung KB itu bermaksud untuk membina keluarga supaya tetap sehat, dengan memberikan pemahaman-pemahan mengenai program-program kesehatan, seperti Program-program yang berkaitan dengan KB, program posyandu baik lansia dan balita.

Program KB dikatakan Maria, bukan untuk membatasi kelahiran tetapi untuk menjarakkan kehamilan paling minimal batas dua tahun antaranya.

“Tujuannya agar anak yang dikandung dan ibu yang hamil tetap sehat, karena kalau jarak kelahiran terlalu dekat ibunya tidak sehat dan anakpun tidak sehat itu yang di namakan stunting,”ucapnya.

Mewakili Pemerintah kabupaten Mimika, Yulianus Sasarari, Asisten I Setda Mimika, dalam sambutannya mendukung program yang dilaksanakan oleh DP3AP2KB sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan pertumbuhan penduduk yang seimbang dan mengembangkan kualitas penduduk pada seluruh dimensi.

Ia juga mengatakan bahwa jika kesehatan reproduksi sehat maka kesejahteraan fisik, mental, dan sosial menjadi utuh, dan terbebas dari penyakit. Dan dapat menciptakan kehidupan yang ideal antara kuantitas dan kualitas penduduk dengan daya dilingkungan dan daya tampung lingkungan.

“Keberhasilan dalam mewujudkan pertumbuhan penduduk yang seimbang dan mengembangkan kualitas penduduk serta keluarga akan memperbaiki segala aspek dan dimensi pembangunan dan kehidupan masyarakat untuk lebih maju, mandiri dan dapat berdampingan dengan bangsa lain dan dapat mempercepat terwujudnya pembangunan berkelanjutan,” tutupnya. (Yun)

Administrator Timika Bisnis