Anggota DPRD Mimika dari Fraksi PDI Perjuangan, Karel Gwijangge,S.IP/Foto : Donny Bumbungan
TIMIKA,(timikabisnis.com) – Terkait soal suntikan vaksinasi yang saat ini sedang digalakkan di kabupaten Mimika, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mimika dari Fraksi PDI Perjuangan Karel Gwijangge menegaskan, program vaksinasi dalam rangka pencegahan Covid-19 tidak mungkin membahayakan masyarakatnya sendiri.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang juga Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DRPD Mimika, Karel Gwijangge mengajak masyarakat untuk vaksin, mencegah penyebaran Covid-19 di Mimika.
“Ini merupakan wabah di seluruh di dunia, tidak hanya di Papua, Mimika, bahkan Indonesia. Dari hal tersebut, seluruh negara mencari solusi menangani wabah ini. Vaksinasi secara serentak diseluruh Indonesia ini karena pemerintah ingin menekan angka penularan covid-19 di Indonesia,”ungkap Karel Gwijangge,S.IP, usai mengikuti vaksinasi di kantor DPRD Mimika, Jumat (26/3).
Kata dia, untuk Indonesia sendiri, Presiden Joko Widodo sudah mengambil langkah upaya pencegahannya, yakni pemberian vaksin kepada masyarakat. Vaksinasi dilakukan, karena Negara atau pemerintah sangat menginginkan masyarakatnya sehat.
“Tidak mungkin pemerintah menyengsarakan atau membahayakan rakyatnya karena pelaksanaan vaksin. Tidak mungkin pemerintah menyengsarakan rakyatnya , karena banyak penafsiran bahwa vaksin itu berbahaya. Namun itu hal biasa, karena setiap kebijakan dari pemerintah ada pro dan kontra,”jelasnya.
Tetapi perlu diketahui, setelah di vaksin trend penurunan virus ini menurun. Dan perlu diingat bahwa virus ini tidak akan habis tanpa adanya langkah-langkah konkrit dari pemerintah.
“Jadi vaksin ini salah satu konkrit yang dilakukan pemerintah, dan ini akan diikuti atau dilaksanakan oleh seluruh komponen masyarakat,”jelasnya.
Kalau kita mengikuti langkah pemerintah pusat, memang masih ada kebebasan memperbolehkan tidak mengikuti vaksin. Namun di luar Papua, hampir semua orang untuk divaksin.
“Memang di Papua masih membuang isu negatif, bahwa setelah di vaksin tidak bisa memiliki keturunan. Padahal isi itu tidak bertanggungjawab. Di Indonesia sekarang ini hampir mencapai 40.081 ribu jiwa yang meninggal dari 1,48 juta kasus Covid-19,”ucapnya.
Fakta dilapangan, wabah ini adalah banyak nyawa meninggal. Walaupun ada juga oknum dokter dan rumah sakit yang nakal. Namun itu sudah diluruskan dan sekarang tidak terjadi lagi. (opa)
