Ada Dua Tim Vaksinasi Puskesmas Kota Timika Yang selalu Mobile

Timika (timikabisnis) – Dalam menyukseskan program vaksinasi Caovid 19 ini, Puskesmas kota Timika mengerahkan dua tim. Tim yang satu mobile melayani vaksinasi dalam kota sedangkan tim yang satu memback up tim kabupaten yang juga saat ini melakukan vaksinasi.

Jika tidak ada kegiatan biasanya tim yang satu bergabung menjadi satu kekuatan dalam melayani warga kota. Dalam satu tim terdiri dari 8 orang petugas.

Kepala Puskesmas Kota, dr Moses Untung kepada wartawan disela-sela kegiatan vaksin di kantor DPRD Mimika, jumat (26/3) puskesmas kota saat ini targetnya instansi pemerintahan, TNI/Polri yang ada di Timika. Biasanya nama-nama mereka kirim ke petugas puskesmas, misalnya pelayanan public diluar bandara, seperti di Kantor Imigrasi ada 30 orang, Pertanahan 50 orang dan di DPRD ada 24 orang dan masih tambah bisa mencapai 100 orang.

Soal ketersediaan vaksin kata dr Moses saat ini aman-aman saja. Kemarin saat distribusi ke Puskesmas sesuai stok yang ada, dan bisa saja minggu depan sudah masuk lagi karena banyak warga yang mau divaksin.

Setelah menghitung logistik masih mencukupi sehingga media dijadwalkam besok bisa vaksin di puskesmas Kota.
Pengalaman beberapa kali vaksin apakah ada hambatan, dr Moses mengatakan hambatan tidak begitu fatal, dan ada satu tempat itu ada yang menolak sehingga petugas tidak melakukan vaksin. Jika tolak, petugas tidak bisa paksa.

Ketika dikejar terus dengan pertanyaan dr Moses mengatakan itu satu instansi vertikal yang ada di Timika. Menolak hak mereka dan petugas tidak bisa memaksa harus vaksin. Selain itu dr Moses meminta masyarakat secara jujur menceriterakan riwayat sakitnya.

Bahkan ada warga yang tidak sakit bilang sakit, dan sebenarnya tidak sakit tapi bilang sakit. Seharusnya warga dapat berceritera jujur dihadapan petugas atau dokter yang melakukan menanyakan soal riwayat penyakit. Dengan jujur menceriterakan soal riwayat peyakit bisa menjadi bahan kesimpulan dokter bahwa seseorang bisa divaksin atau tidak.

Soal keluhan warga pasca vaksin jelas dia, seperti sakit badan, pegal-pegal, sakit di tempat vaksin, muat-mual.

Keluhan serius memang ada tapi yang bisa menjelaskan hal itu di rumah sakit. Soal selesai vaksin, ada warga yang terpapar, untuk di wilayah puskesmas kota belum ada, di tempat lain ada. Tapi dia terpapar bukan karena vaksin, tapi sebelumnya memang sudah terpapar hanya tidak terdeteksi secara medis, nanti setelah vaksin baru kelihatan.

Vaksin yang dilakukan di Kantor DPRD terlihat anggota dewan yang ikut vaksin hanya 9 orang. Vaksin pertama oleh Anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, Tansil Azhari, SE bersama istri diikuti Nurman Karupukaro dan istri, Redy Wijaya dan istri, Karel Gwijangge, Pong Kelvin, Mery pungutan, serta terakhir Ketua DPRD Robbi Omaleng dan beberapa anggota dewan lainya yang tidak bisa divaksin karena riwayat sakit. Juga Terlihat Sekwan, Ananias Faot, para Kabag dan puluhan pegawai sekretriat yang ikut divaksin. Tidak luput juga para wartawan yang ikut meliput di DPRD juga ikut divaksin. (don)

Administrator Timika Bisnis