Kehadiran PPI Harus Serap Tenaga Lokal Terutama Nelayan Kamoro

Timika (timikabisnis) – Kadistrik Mimika Timur Yulianus Pinimet, SIP menyoroti jika Pemerintah Pusat dan Pwmerintah Daerah berhasil membangun PPI di sekitar Pomako, lalu kehadiran PPI dengan ribuan kapal ikan dengan para nelayan rata-rata dari luar. Kehadiran PPI ini sudah berapa banyak orang atau nelayan Kamoro yang dibina jadi nelayan profesional yang sehari-hari turun melaut.

” Sekarang saya mau tanya kehadiran PPI ini sudah berapa banyak warga Kamoro yang kerja di PPI. Setidaknya pemerintah sejak awal design PPI ini bisa menyerap tenaga lokal di wilayah ini. Kenyataan yang terjadi sama sekali tidak ada. OPD teknis harus melihat baik hal ini dan tolong rencanakan program pemberdayaan bagi masyarakat asli Kamoro yang ada di wilayah Pomako,” kata Kadistrik Yulianus.

Pemberdayaan kata dia sangat penting dalam rangka mempersiapkan warga Mimika Timur agar dapat berpartisipasi dalam semua proses pembangunan termasuk pembangunan sektor kelautan.

Kadistrik Yulianus menjelaskan jika tahun ini ada bantuan Jonson dan sarpras lainya bagi warga 5 kampung di Mimika Timur tapi juga harus ada program pemberdayaan juga. Setidaknya melalui Dinas Perikanan dapat mengusulkan ke Kementrian Kelautan dan Perikanan RI agar nelayan lokal dan warga pesiar Pomako dapat berpartisipasi di PPI.

Keikutsertaan warga lokal yang bekerja di PPI, bisa mengurangi permasalahan, keributan atau sering mabuk-mabukan di Pomako.
Kedepan semakin banyak mereka bekerja tensi kekacauan akan turun dengan sendirinya.

Dia menyoroti soal miras, yang menyebabkan keributan hingga aksi tembak menembak di Pomako. Kadistri bersama Kapolsek dan Danramil Mapueujaya, sepakat berantas miras baik miras yang datang daei kota maupun miras lokal di Mapurujaya dan sekitarnya. (goo)

Administrator Timika Bisnis