Kolaborasi Pemdis Mimika Timur dan Puskesmas Mapurujaya Perkuat Penanganan Masalah Gizi

MIMIKA,(timikabisnis.com) – Upaya penanganan masalah gizi buruk, stunting, dan gizi kurang di wilayah pelayanan Puskesmas Mapurujaya terus diperkuat melalui kolaborasi antara Puskesmas Mapurujaya dan Pemerintah Distrik (Pemdis) Mimika Timur.

Salah satu bentuk dukungan Pemerintah Distrik Mimika Timur berupa pemberian makanan tambahan (PMT) dalam bentuk bahan makanan mentah. Bahan makanan tersebut selanjutnya diolah oleh pihak puskesmas untuk disalurkan kepada masyarakat melalui pelayanan Posyandu.

 

Bahan makanan yang diberikan antara lain kacang hijau, gula, telur, dan susu. Bantuan tersebut mulai diterima sejak Juni 2026 dan masih terus berjalan hingga September 2026.

Kepala Puskesmas Mapurujaya, Onna Bunga, mengatakan dukungan dari pemerintah distrik menjadi bagian penting dalam membantu pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan gizi.

“Distrik memberikan kami bahan makanan tambahan dalam bentuk barang, bukan dalam bentuk uang. Ada kacang hijau, gula, telur, terus ada susu yang nantinya dikelola oleh teman-teman untuk diberikan kepada masyarakat,” kata Onna, Rabu (23/9/2026).

Menurut Onna, pemberian PMT tidak hanya difokuskan kepada bayi dan balita. Puskesmas Mapurujaya menerapkan pendekatan pelayanan berbasis siklus hidup sehingga sasaran bantuan juga mencakup ibu hamil, lansia, serta masyarakat lain yang membutuhkan pelayanan kesehatan dan dukungan gizi.

“Bahan makanan tambahan itu diberikan kepada bayi-bayi yang ada di Posyandu, tetapi juga untuk bayi, balita, ibu hamil maupun lansia karena kami melakukan pelayanan dengan pendekatan siklus hidup,” jelasnya.

Ia menyampaikan Besarnya kebutuhan penanganan masalah gizi di wilayah kerja Puskesmas Mapurujaya terlihat dari jumlah anak yang menjadi sasaran penanganan stunting. Berdasarkan data yang dihimpun puskesmas, terdapat sekitar 400 anak yang tersebar di satu kelurahan dan lima desa.

Tingginya partisipasi masyarakat dalam pelayanan Posyandu juga menunjukkan kebutuhan terhadap layanan kesehatan dan intervensi gizi masih cukup besar. Di wilayah Muare, misalnya, jumlah kunjungan Posyandu tercatat mencapai sekitar 300 orang setiap bulan hingga Agustus 2026.

Onna menilai dukungan PMT dari Pemerintah Distrik Mimika Timur turut membantu tenaga kesehatan dalam menjalankan pelayanan Posyandu sekaligus menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian terhadap pemenuhan gizi.

“Dengan adanya pemberian dari distrik, sampai bulan ini bahan yang mereka berikan sudah kami alokasikan dan berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Kolaborasi antara Pemerintah Distrik Mimika Timur dan Puskesmas Mapurujaya diharapkan terus berlanjut sehingga upaya pencegahan dan penanganan persoalan gizi di wilayah pelayanan puskesmas dapat dilakukan secara berkesinambungan.

Penguatan pelayanan Posyandu dan intervensi sejak dini terhadap kelompok yang rentan mengalami masalah gizi menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.(Liddya Bahy)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *