Warga Waa Banti Mengadu ke DPRK Mimika Soal Penutupan Akses Jalan, Ini Tanggapan Dewan

MIMIKA,(timikabisnis.com) – Warga Kampung Waa Banti I, Banti II dan Opitawak Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah mendatangi DPRK Mimika untuk menyampaikan aspirasi terkait penutupan akses jalan dari Pos Banti Gate menuju Waa Banti yang selama ini menjadi jalur utama aktivitas masyarakat setempat.

Kedatangan warga yang terdiri dari kepala Kampung Banti 1, Banti 2, dan Opitawak tersebut turut didampingi tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta tokoh perempuan pada Senin, (13/4/2026) di Kantor DPRK Mimika diterima langsung oleh sejumlah Anggota DPRK Mimika, diantaranya adalah Anton N Alom, Dolfin Beanal dan Amons Jamang.

Kehadaira warga tersebut menyampikan keluhan serta dampak penutupan akses jalan yang menyebabkan aktivitas pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat terganggu.

Tokoh pemuda Kampung Waa Banti, Obet Natkime, mengatakan bahwa masyarakat sepakat menyerahkan persoalan (penutupan akses jalan dari Pos Banti Gate menuju Waa Banti) tersebut kepada DPRK Mimika agar dapat difasilitasi dan segera dicarikan solusi.

“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi terkait (penutupan akses jalan dari Pos Banti Gate menuju Waa Banti). Akses jalan itu satu-satunya jalur bagi kami untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti membeli makanan, minuman, dan pakaian,” ujarnya.

Menurutnya, pihak masyarakat sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak terkait lainnya, namun hingga kini belum ada penyelesaian yang konkret.

“Kami hanya ingin kehidupan masyarakat di Waa Banti bisa berjalan normal. Jangan sampai masalah lain, tapi kami masyarakat kecil dari beberapa Kampung ini jadi korban,” tegasnya.

Lanjutnya, Warga berharap agar persoalan penutupan akses jalan tersebut dapat segera diselesaikan, sehingga aktivitas masyarakat kembali normal.

Hal senada juga disampaikan perwakilan tokoh perempuan, Martina Natkime, a berharap pemerintah dan DPRK Mimika segera mengambil langkah agar akses jalan tersebut kembali dibuka.

“Anak-anak kami tidak bisa lewat, aktivitas terganggu. Kami minta tolong agar masalah ini cepat diselesaikan,” katanya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Anggota DPRK Mimika juga sebagai Ketua Pansus Kemanusiaan Penanganan Konflik DPRK Mimika, Anton N. Alom, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan warga dan akan segera menindaklanjuti dengan turun langsung ke lapangan.

“Akses dari Pos Empat menuju Kampung Waa Banti ditutup, sehingga berdampak pada pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat. Kami akan turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa DPRK Mimika telah membentuk empat panitia khusus (pansus), salah satunya adalah Pansus Kemanusiaan yang fokus menangani persoalan seperti yang terjadi di Waa Banti.

Sementara itu, Anggota DPRK Mimika dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, Dolfin Beanal, menegaskan agar pihak-pihak yang mempersulit masyarakat perlu jadi atensi untuk diperhatikan bersama agar tidak terjadi lagi.

“Saya tegaskan, siapapun yang mempersulit rakyat kecil harus ditindak. Tim pansus harus turun dan telusuri sampai ke akar masalahnya,” ujarnya.

Selain itu, Dolfin juga mengusulkan agar pos pelayanan seperti Polsek, Danramil, serta Community Development dapat ditempatkan lebih dekat dengan masyarakat di Kampung Waa Banti.

Sementara Anggota DPRK Dapil V lainnya dan juga sebagai Sekretaris Pansus Kemanusiaan Penanganan Konflik DPRK Mimika Amons Jamang juga memastikan bahwa pihaknya akan segera melakukan kunjungan lapangan dalam waktu dekat.

“Dalam waktu dekat kami akan turun ke lokasi untuk mengecek langsung agar persoalan ini bisa segera diselesaikan,” katanya.(Anis Batalotak)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *