MIMIKA,(timikabisnis.com) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin memprakirakan wilayah Timika dan sekitarnya berpotensi mengalami hujan pada siang hingga malam hari yang dapat disertai petir sepanjang Januari 2026.
Forecaster BMKG Mimika, William Titahena, mengatakan kondisi cuaca di Kabupaten Mimika pada Januari 2026 relatif sama dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Potensi curah hujan diperkirakan berada pada kategori normal hingga di atas normal.
Menurut William, secara klimatologis wilayah Timika pada periode Desember hingga Februari sebenarnya masuk musim kemarau.
Namun, faktor lokal menyebabkan wilayah ini tidak memiliki zona musim yang jelas, sehingga hujan masih sering terjadi.
“Hujan umumnya turun pada siang hingga sore hari dan dapat berlanjut hingga malam, terkadang disertai petir. Kondisi ini dipengaruhi oleh dominasi angin baratan,” ujar William saat diwawancarai, Rabu (7/1/2026).
Ia menjelaskan, ketiadaan zona musim di Timika membuat hujan tetap terjadi meskipun secara umum berada pada musim kemarau.
“Meski Desember sampai Februari dikategorikan sebagai musim kemarau, di Timika hujan masih sering terjadi karena tidak adanya pembagian zona musim,” jelasnya.
Dari sisi suhu udara, William menyebutkan belum terjadi peningkatan suhu yang signifikan di Mimika. Suhu maksimum saat ini tercatat mencapai 34 derajat Celsius, hampir sama dengan suhu tertinggi tahun sebelumnya yang berada di angka 33,91 derajat Celsius. Sementara itu, suhu minimum berada di kisaran 23 derajat Celsius.
“Secara umum, suhu udara di Mimika masih berada dalam kondisi normal,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa perbedaan suhu antarwilayah turut dipengaruhi oleh faktor topografi. Wilayah dataran rendah seperti Timika cenderung memiliki suhu lebih tinggi dibandingkan daerah dataran tinggi seperti Tembagapura. Selain itu, kondisi hujan juga memengaruhi suhu udara, sementara di wilayah perairan, gelombang laut cenderung meningkat saat musim angin baratan. (Lyddia Bahy)

