MIMIKA,(timikabisnis.com) – Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Mimika menggelar perayaan Natal penuh makna yang sarat kebersamaan dan toleransi. Anak-anak dengan berbagai kebutuhan khusus, latar belakang, dan keyakinan berkumpul dalam sukacita merayakan Natal bersama di Hotel Grand Tembaga, Jalan Yos Sudarso, Sabtu (20/12/2025).
Perayaan Natal tahun ini mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”. Acara diawali dengan ibadah Natal yang dipimpin oleh Pendeta Deny Hudijana dan Pendeta Anne Dendeng.
Dengan nuansa serba merah, suasana Natal semakin terasa hangat melalui kegiatan tukar kado antar siswa sebagai simbol solidaritas, kebersamaan, dan kasih sayang.
Kepala SLB Negeri Mimika, Sunardin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Natal merupakan momen istimewa bagi seluruh keluarga besar SLB Negeri Mimika, khususnya bagi para siswa.
Menurutnya, perayaan Natal bukan sekadar pemberian hadiah atau seremoni semata, tetapi lebih menekankan pada nilai kasih, cinta kepada Tuhan, serta kepedulian terhadap sesama.
Sunardin menegaskan bahwa tema Natal yang diusung sangat relevan dengan nilai kebersamaan dan kasih sayang yang selama ini dijunjung tinggi di lingkungan sekolah.
“Saya berharap perayaan ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk belajar tentang nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan, sekaligus memperkuat komitmen menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan harmonis,” ujarnya.
Selain kegiatan tukar kado, perayaan Natal juga diwarnai suasana religius yang penuh toleransi. Anak-anak tampak saling menghormati antarumat beragama, mencerminkan sikap saling menghargai perbedaan keyakinan yang telah tertanam kuat di lingkungan sekolah.
“Sebagai kepala sekolah dengan latar belakang agama yang berbeda, saya percaya perayaan ini menjadi momen tepat untuk mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya toleransi antarumat beragama,” tuturnya.
Momen kebersamaan ini menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat di SLB Negeri Mimika, di mana nilai solidaritas tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar terasa dalam setiap senyum dan interaksi antara siswa dan para guru.
Perayaan Natal bersama ditutup dengan sesi foto bersama, ramah tamah, serta pembagian bingkisan Natal kepada seluruh peserta. (Lyddia Bahy)

