Rombongan Komisi C DPRD Mimika saat berada di SD Negeri dan Kepala Sekolah SDN 9/Foto : istimewa
Timika, (timikabisnis.com) – Rombongan Komisi C DPRD Mimika dalam melakukan kunjungan pengawasan menemukan ada salah satu sekolah negeri tepatnya di Jalan Irigasi yang tidak memiliki papan nama, tiang bendera dan jalan maupun sekeliling halaman sekolah penuh dengan lumpur. Bahkan akses jalan sangat memprihatinkan untuk sampai ke sekolah harus melalui jalan yang berlubang dan berlumpur serta rumput liar.
Dalam Kunjungan Komisi C ke SD Negeri 9 , Kamis (4/8/2022) pagi kemarin tidak menemukan satu murid pun di sekolah tersebut, nyaris hanya ada Kepala sekolah dan beberapa guru lainnya sementara menunggu kedatangan rombongan Komisi C di Jalan masuk menuju sekolah.
Kepala Sekolah SD Negeri 9, Nahun Edowae menyampikan bahwa inilah kondisi sekolah kami yang mana akses Jalan masuknya harus melewat lubang dan lumpur yang kurang bersahabat sehingga perlu berhati – hati.
“Sekolah ini dibuka sejak tahun 2011, yang mana sekolah ini dalam waktu berjalan tiga tahun dari Yayasan YPPGI tidak ada perkembangan, sehingga kita merubah sekolah Negeri 9, dengan luas lahan 100 kali 300 Meter,” jelas Kepala Sekolah SDN 9 dihadapan rombongan Komisi C DPRD, Kamis (4/8/2022).
“Sangat menyedihkan lagi, ketika turunnya hujan, maka sebagian besar anak – anak tidak datang sekolah, dengan alasan bahwa akses Jalan masuk penuh lumpur, lubang dan samping kiri kanan Jalan ditutupi dengan rumput – rumput liar,”keluh Kepsek.
Selain itu, Ia juga menyampaikan bahwa jumlah murid sebanyak 242 siswa, dengan jumlah Guru sebanyak 16 orang, yakni ASN 14 orang dan tenaga honorer 2 orang.
“Dari 242 Siswa ini, adalah Orang Asli Papua (OAP) yang mengenyam pendidikan Dasar di sekolah ini, namun akses jalan masuk ini sangat memprihatinkan,” ujarnya.
Menanggapi keluhan dari Kepsek dan guru, dan hasil melihat langsung kondisi sekolah tersebut, komisi C akan memanggil Pemerintah Daerah melalui Dinas – Dinas terkait untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP).
“Inilah tantangan kita, dalam kota saja sekolah sudah model begini, apalagi diluar kota.Artinya Bapa – bapa Dewan silakan menilai dan mencatat,”ungkap Ketua Komisi C, Aloysius Paerong.
Sekertaris Komisi C, Saleh Alhamid mengatakan, Lokasi ini adalah tidak layak sebagai tempat belajarnya anak – anak, karena tidak ada tanda – tanda kehidupan di sini.
“Dan saya pastikan hari Senin kami akan datang lagi. Adanya Dana Otus itu untuk mensejahterakan OAP, namun keadaanya seperti begini, ini namanya menghina pemerintah,”keluh Saleh.
Anggota Komisi lainnya, Aser Murib mengatakan, Jalan Akses masuk ke sekolah ini, macam mau ke kandang babi saja, jadi Pemerihtah tidak boleh diam, wajib memperhatikan sekolah ini.
Kemudian, Hal Senada juga disoroti beberapa Dewan lain soal akses jalan masuk, tidak ada papan nama, tidak ada tiang Bandera, dan halaman sekolah yang penuh dengan rumput. (opa)
