MIMIKA,(timikabisnis.com) – Warga RT 05, Kelurahan Otomona, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, mengeluhkan proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang mengharuskan orang tua mengantre sejak tengah malam serta mahalnya harga seragam sekolah negeri.
Keluhan tersebut disampaikan kepada Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Yohanes Felix Helyanan, SE, saat melaksanakan reses Tahap III Tahun 2026, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan reses tersebut dihadiri Kepala Kelurahan Otomona, Farida, para ketua RT, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta masyarakat setempat. Selain persoalan pendidikan, warga juga menyampaikan aspirasi terkait kelistrikan, drainase, dan kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan.
Dalam sesi dialog, seorang warga bernama Adelia menyampaikan keluhannya mengenai proses penerimaan siswa baru yang dinilai menyulitkan orang tua.
Menurutnya, orang tua harus mengantre sejak pukul 00.00 waktu setempat untuk mendaftarkan anak mereka ke sekolah yang menjadi pilihan. Di sisi lain, harga seragam sekolah juga dinilai sangat mahal, meskipun anak-anak mereka bersekolah di sekolah negeri.
“Kami sebagai orang tua harus mengantre sejak pukul 12 malam. Kemudian, seragam sekolah juga harganya sangat mahal, padahal ini sekolah negeri,” ungkap Adelia.
Keluhan tersebut menjadi perhatian warga yang berharap adanya perbaikan dalam pelayanan pendidikan, khususnya dalam proses penerimaan peserta didik baru dan pemenuhan kebutuhan sekolah agar tidak semakin membebani orang tua.
Menanggapi aspirasi tersebut, Anggota DPR Provinsi Papua Tengah dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Mimika, Yohanes Felix Helyanan, yang akrab disapa Jhon Thie, mengatakan bahwa pihaknya akan menelusuri keluhan masyarakat terkait persoalan pendidikan dan menyampaikannya kepada pemerintah.
Ia juga menyampaikan bahwa program pendidikan gratis yang digulirkan oleh Gubernur Papua Tengah. Tapi, aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi catatan atau perhatiannya.
“Ini masukan yang baik. Akan saya sampaikan kepada pemerintah. Ini tanggung jawab saya, dan kita akan berjuang bersama,” ujarnya.
Selain persoalan pendidikan, warga juga mengeluhkan kondisi jaringan listrik di wilayah RT 05, khususnya Jalur 7, Jalan Pendidikan. Manto Ginting menyampaikan bahwa usulan penambahan tiang listrik di wilayah tersebut telah berulang kali disampaikan, tetapi hingga kini belum mendapat respons yang diharapkan.
Ia menjelaskan, kondisi kabel listrik yang terlihat semrawut, bahkan terdapat kabel yang menempel pada atap rumah warga, dikhawatirkan membahayakan keselamatan masyarakat. Karena itu, ia berharap persoalan tersebut segera ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak PT PLN.
Warga juga meminta pembangunan drainase untuk menyalurkan air menuju sungai. Pasalnya, belum tersedianya saluran drainase yang memadai di wilayah tersebut menyebabkan banjir ketika hujan turun.
Di bidang pelayanan kesehatan, warga menyampaikan kebutuhan Posyandu Mekar Jaya berupa tenda, kursi, dan meja untuk menunjang kegiatan pelayanan kepada masyarakat. Mereka juga mengusulkan kenaikan insentif kader posyandu karena pelayanan yang dilakukan tidak hanya berlangsung di posyandu, tetapi juga melalui kunjungan dari rumah ke rumah.
Sementara itu, Kepala Kelurahan Otomona, Farida, menyampaikan terima kasih kepada Jhon Thie yang telah memilih Kelurahan Otomona sebagai lokasi pelaksanaan reses.
Ia berharap berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat diperhatikan dan ditindaklanjuti, terutama aspirasi yang berkaitan dengan kepentingan umum dan kebutuhan dasar warga.
Dalam kesempatan tersebut, Jhon Thie menjelaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian dari tugasnya sebagai anggota DPR Provinsi Papua Tengah untuk menjalin silaturahmi sekaligus mendengarkan secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah Dapil V Mimika.
Menurutnya, berbagai aspirasi yang disampaikan warga, mulai dari persoalan pendidikan, kelistrikan, drainase, hingga kebutuhan fasilitas posyandu, akan dibawa ke tingkat provinsi dan disampaikan kepada pihak terkait.
“Jadi, aspirasi ini akan saya bawa ke provinsi,” katanya.
Kegiatan reses Tahap III Tahun 2026 tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama antara anggota DPR Papua Tengah, pemerintah kelurahan, para ketua RT, tokoh masyarakat, dan warga yang hadir.(Anis Batalotak)

