Vigili Malam Paskah di Gereja St.Petrus SP 1 Timika, Umat diharapkan Membawa Terang Mulai dari Keluarga

MIMIKA,(timikabisnis.com) – Vigili Paskah atau Misa Sabtu Suci Malam Paskah adalah puncak dari Trihari Suci umat Katolik.

Malam Paskah (Sabtu Suci) atau disebut Vigili Paskah pada misa di Gereja St. Petrus Satuan Pemukiman (SP) 1 – Distrik Wania – Kabupaten Mimika – Provinsi Papua Tengah, umat diharapkan dapat membawa cahaya terang mulai dari  dalam keluarga dan sesama.

Perayaan ini dimulai dengan upacara cahaya, di mana Lilin Paskah dinyalakan sebagai simbol Kristus yang bangkit dan mengalahkan kegelapan.

Misa malam Paskah di Gereja St. Petrus SP 1 dipimpin oleh Pastor Norbertus Broery Renyaan,OFM dipadati ribuan umat mulai dari dalam Gedung Gereja hingga ke halaman Gereja.

Pastor Norbertus Broery Renyaan,OFM menjelaskan, Malam Paskah atau disebut dengan Vigili Paskah artinya malam berjaga jaga, malam bersiap siap bersama Yesus yang beralih dari kematian pada kehidupan baru, yang kita sebut sebagai paskah kebangkitan Tuhan.

“Maka, malam paskah itu selalu identik juga dengan malam cahaya. Kita memulainya dengan upacara cahaya. Cahaya Kristus yang bangkit, menerangi diri dalam kehidupan keluarga kita supaya kita juga mampu memberi cahaya terang kepada orang lain,” terang Pastor.

Sebagaimana dalam upacara cahaya, lanjut Kata Pastor, Setiap kita mengambil cahaya dari lilin paskah menjadi tanda bahwa melalui cahaya Kristus yang disimbolkan dengan lilin paskah itu kita juga ikut ambil bagian dalam kebangkitan Kristus dan terutama kita menjadi cahaya sebagaimana Kristus menerangi memberi cahaya untuk kita.

“Melalui Kebangkitan Kristus dapat membawa cahaya terang kepada orang lain, sesama, Terutama mulai dari keluarga kita,” ungkapnya.

Tema paskah kali ini adalah ‘Damai Sejahtera Kristus Dalam Keluarga’. “Jadi mengawali kedamaian dan terang mulai dari keluarga kita,”seru Pastor.

Melalui paskah ini, kita dilahirkan kembali, dihidupkan kembali dalam jalan hidup yang baru dan baptis menjadi tanda kelahiran baru, supaya kita dibaptis, sengsara, wafat, kemudian bangkit bersama Kristus melalui kebangkitan- Nya.

“Sakramen baptis ini membantu kita menjadi manusia yang baru dalam Kristus yang mengalami kebangkitan dan mampu membawa kebangkitan itu kepada orang lain,” pungkasnya.(Red)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *