Tekan Lonjakan Harga Telur Ayam, Dewan Dukung Langkah Disnak Keswan & HIPUKAMI Mimika

MIMIKA, (timikabisnis.com) – Menekan terjadinya kelonjakan harga telur ayam di pasaran, Legislator Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika, Yan Piterson Lally, ST mendukung langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) bersama Himpunan Peternak Unggas Kabupaten Mimika (HIPUKAMI) dengan membuka posko posko penjulan telur ayam di Wilayah Kota Timika.

Beredernya informasi terkait harga telur ayam di pasaran yang sangat meyulitkan masyarakat. Untuk menstabilkan harga telur dipasaran sehingga Disnak Keswan bersama HIPUKAMI memutuskan dengan membuka posko posko penjulan telur ayam lokal.

Menanggapi hal tersebut, Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Yan Piterson Lally yang juga sebagai Anggota DPRD Mimika mendukung langkah tersebut.

Menurutnya, Langkah tersebut perlu didukung dan kawal baik agar masyarakat tidak jadi korban.

“Jadi masalah harga telur di pasaran yang kadang ada pedagang kasih naik harga secara sepihak,” ungkapnya kepada timikabisnis.com melalui sambungan telepon seluler, Sabtu (1/2/2025).

Lanjut tegasnya, Langkah tersebut
untuk mencegah terjadinya kelonjakan harga, namun perlu diimbangi dengan pengawasan di pasaran.

Secara terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Mimika Drh. Sabelina Fitriani, M. Si mengatakan, Untuk mengimbangi harga telur di pasaran, sehingga dari Asosiasi peternak melalui Himpunan Peternak Unggas Kabupaten Mimika (HIPUKAMI) memutuskan dalam rapat dengan membuka posko posko operasi penjualan telur ayam lokal.

Adapun pembukaan Los penjualan telur lokal mulai Pukul 08.00 – 17.00 Wit, : Toko Mitra Unggas di Jln. Budi Utomo dan Bundaran SP 2, YJM Ruko Budi Utomo, Ruko Hoky Jln. Cendrawasih, Ruko Cahaya Pamana Jln. Budi Utomo Sempan, Toko Dessy Koperapoka dan Gorong gorong, Jaya Irigasi Gang Pepaya, Cartenz Ruko depan pasar.

“Adanya pos pos penjulan telur ayam untuk mengimbangi harga telur di pasar. Dan itu berlaku hanya 2 minggu saja,Dimulai sejak tanggal 27 Januari hingga 10 Februari 2025. harga dari peternak itu berkisar dari Rp 65.000 – 68.000/Rak,” ungkapnya.

Selain itu, Dikatakan Sabelina, Sementara stok telur di Mimika tetap stabil, 14 ton perhari, Dan kebutuhan konsumsi kita itu masih sekitar 10 – 11 ton perhari.

“Kita berharap para pedagang juga menjual dengan harga sewajarlah, supaya masyarkat bisa menjangkau,” pungkasnya. (Red)

Administrator Timika Bisnis