MIMIKA,(timikabisnis.com) – Barang bekas yang selama ini dianggap tidak bernilai disulap menjadi media pembelajaran matematika yang kreatif dan edukatif melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) STKIP Hermon Timika di SD Cordova Indonesia Timika, Senin (10/8/2026).
Berdasarkan pers rilis yang diterima redaksi timikabisnis.com, Rabu (19/8/2026) malam, kegiatan tersebut mengusung tema “Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar melalui Pembuatan Alat Peraga Matematika dari Bahan Daur Ulang pada SD Cordova Indonesia.”
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus bentuk kontribusi STKIP Hermon Timika dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya melalui penguatan kompetensi guru dalam mengembangkan media pembelajaran matematika yang kreatif, sederhana, inovatif, dan mudah diterapkan di kelas.
Kegiatan dipimpin A. Rasul, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Tim PkM sekaligus narasumber. Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi pentingnya penggunaan alat peraga matematika, pelatihan dan praktik pembuatan alat peraga dari bahan daur ulang, serta penyerahan alat peraga kepada pihak SD Cordova Indonesia Timika.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada guru-guru SD Cordova Indonesia mengenai pentingnya penggunaan alat peraga dalam pembelajaran matematika.
Rasul menjelaskan, sejumlah konsep matematika di tingkat sekolah dasar bersifat abstrak sehingga siswa membutuhkan pengalaman belajar yang konkret agar lebih mudah memahami materi.
“Guru tidak harus selalu menggunakan alat peraga yang mahal. Dengan kreativitas, bahan-bahan sederhana dan bahan yang sudah tidak terpakai dapat dimanfaatkan kembali menjadi media pembelajaran yang memiliki nilai edukatif,” ujar Rasul.
Menurutnya, penggunaan alat peraga dapat membantu guru menjelaskan konsep matematika sekaligus meningkatkan keaktifan siswa. Media pembelajaran juga membuat proses belajar lebih menarik serta membantu peserta didik menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari.
Setelah sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan dan praktik pembuatan alat peraga matematika. Para guru diperkenalkan dengan berbagai bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti tutup botol, botol plastik, kardus bekas, kertas, stik, dan bahan sederhana lainnya.
Bahan-bahan tersebut kemudian dikembangkan menjadi media pembelajaran matematika. Guru mendapatkan pendampingan mulai dari pemilihan bahan, perancangan alat, proses pembuatan hingga cara menggunakan alat peraga dalam pembelajaran.
Beberapa alat peraga yang dikembangkan antara lain papan pecahan dari tutup botol, bangun ruang dari kardus bekas, serta roda putar angka yang memanfaatkan tutup botol dan kardus.
Alat peraga tersebut dirancang agar sederhana, mudah digunakan, menarik bagi siswa, serta dapat disesuaikan dengan materi matematika di sekolah dasar.
Melalui praktik langsung, guru diharapkan memiliki keterampilan untuk membuat dan mengembangkan media pembelajaran secara mandiri. Dengan demikian, guru tidak harus bergantung pada alat peraga yang tersedia di pasaran, tetapi dapat menciptakan media sesuai kebutuhan materi dan karakteristik peserta didik.
Pemanfaatan bahan daur ulang menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan PkM tersebut. Barang yang sebelumnya dianggap sebagai limbah atau tidak terpakai dapat diolah menjadi media pembelajaran yang memiliki nilai guna.
Pendekatan ini memberikan manfaat ganda, yakni mendukung pembelajaran matematika sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Peserta didik nantinya dapat diajak mengidentifikasi barang-barang yang masih dapat digunakan kembali, kemudian menghubungkannya dengan konsep matematika yang sedang dipelajari.
Melalui pendekatan tersebut, siswa dapat belajar mengamati, menghitung, mengelompokkan, menyusun, membandingkan, dan memecahkan masalah menggunakan benda-benda yang ada di sekitar mereka.
Pembelajaran matematika pun diharapkan menjadi lebih kontekstual. Siswa dapat memahami bahwa matematika tidak hanya berkaitan dengan angka dan rumus, tetapi juga dapat ditemukan dalam berbagai benda dan aktivitas sehari-hari.
Alat Peraga Diserahkan kepada SD Cordova
Sebagai bagian dari keberlanjutan kegiatan, Tim PkM STKIP Hermon Timika menyerahkan alat peraga matematika yang telah dibuat kepada pihak SD Cordova Indonesia Timika.
Penyerahan tersebut menjadi bentuk nyata hasil kegiatan sekaligus dukungan STKIP Hermon Timika kepada sekolah agar media pembelajaran yang telah dikembangkan dapat dimanfaatkan secara langsung dalam kegiatan belajar mengajar.
Alat peraga yang diserahkan diharapkan dapat digunakan guru dan siswa dalam berbagai materi pembelajaran matematika. Guru juga dapat melakukan modifikasi dan pengembangan sesuai kebutuhan pembelajaran di kelas.
Dengan demikian, kegiatan PkM tidak berhenti pada sosialisasi dan pelatihan, tetapi menghasilkan luaran yang dapat dimanfaatkan secara langsung dan berkelanjutan oleh sekolah.
Kepala SD Cordova Indonesia Timika, Syahrir. S, S.Pd.Gr., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan STKIP Hermon Timika.
Menurut pihak sekolah, kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi guru karena tidak hanya menyampaikan pengetahuan secara teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman praktis dalam membuat dan mengembangkan alat peraga pembelajaran.
Pihak sekolah juga menyambut baik penyerahan alat peraga matematika tersebut dan berharap media yang dihasilkan dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran sekaligus menjadi tambahan koleksi media pembelajaran SD Cordova Indonesia.
Kegiatan semacam ini dinilai penting untuk mendukung peningkatan kompetensi guru sekaligus memperkuat kerja sama antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan.
Sebagai perguruan tinggi yang berada di Kabupaten Mimika, STKIP Hermon Timika terus berupaya menjalankan perannya dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui kegiatan akademik dan pengabdian.
Pelaksanaan PkM di SD Cordova Indonesia menjadi salah satu bentuk keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Melalui kegiatan tersebut, pengetahuan dan keterampilan dosen dapat diterapkan secara langsung untuk membantu guru memenuhi kebutuhan pembelajaran di sekolah.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah juga memberikan ruang bagi guru untuk menyampaikan kebutuhan serta persoalan pembelajaran yang dihadapi di lapangan.
Ke depan, kerja sama STKIP Hermon Timika dan SD Cordova Indonesia diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pendampingan lanjutan, pelatihan pembuatan media pembelajaran, pengembangan alat peraga untuk berbagai materi matematika, serta evaluasi penggunaan media pembelajaran.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 10 Agustus 2026, tersebut menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran dapat dimulai dari hal sederhana.
Dengan kreativitas guru, dukungan sekolah, dan pendampingan perguruan tinggi, pembelajaran matematika dapat dikembangkan menjadi lebih konkret, interaktif, kontekstual, inovatif, dan menyenangkan.
Kendati demikian dikatakan,Kegiatan PkM STKIP Hermon Timika tersebut bukan sekadar menghasilkan alat peraga matematika, tetapi juga menjadi upaya memberdayakan guru, mendorong kreativitas dan kemandirian, memperkuat kolaborasi perguruan tinggi dengan sekolah, serta menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas bagi peserta didik di Kabupaten Mimika.(Anis Batalotak)

