Timika (timikabisnis) – SMA Negeri 1 Mimika, Papua hingga kini masih tetap menerapkan pembelajaran dengan menggunakan sistem daring dari rumah, dimana siswa dapat mengakses pelajaran yang diberikan guru di sekolah melalui fasilitas internet.
“Kami masih sepenuhnya menggunakan sistem online, kecuali beberapa siswa yang tidak memiliki fasilitas internet di rumah maka kami melayani mereka di sekolah untuk mengikuti pembelajaran online pada fasilitas lab komputer ataupun datang mengambil tugas-tugas di sekolah untuk dikerjakan di rumah,” kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Negeri 1 Mimika Bona Silaban di Timika, Selasa.
Bona belum mau menanggapi soal rencana dibuka kembali pembelajaran tatap muka mulai tahun ajaran baru mendatang sebagaimana kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.
“Kami tetap mengikuti anjuran pemerintah. Kalau memang sudah memungkinkan untuk digelar pembelajaran tatap muka maka kami akan mengatur metode pembelajaran secara bergilir atau per kelompok sesuai jam yang ditentukan untuk membatasi jumlah siswa yang hadir dalam kelas. Di samping itu tentu harus ada penerapan protokol kesehatan dan lain-lain,” jelasnya.
Beberapa waktu lalu pihak SMA Negeri 1 Mimika sudah bersiap-siap untuk menggelar kembali pembelajaran tatap muka, namun hal itu urung dilakukan setelah ada keputusan pemerintah untuk menunda pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah seiring dengan meningkatnya jumlah kasus COVID-19 di Indonesia.
Saat ini siswa yang bersekolah di SMA Negeri 1 Mimika sebanyak 1.328 orang. Sebanyak 429 siswa kelas XII di sekolah itu saat ini tengah mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) untuk menentukan kelulusan mereka.
Berbeda dengan penyelenggaraan pendidikan SMA dan SMK yang diatur oleh Dinas Pendidikan Provinsi Papua, sekolah-sekolah tingkat SD dan SMP di Timika saat ini mulai menggelar pembelajaran tatap muka, khusus untuk kelas VI dan kelas IX yang tengah mempersiapkan ujian akhir sekolah.
Keputusan untuk menggelar pembelajaran tatap muka kembali di sekolah diambil saat rapat evaluasi penanganan COVID-19 Kabupaten Mimika pekan lalu.
Saat itu Bupati Mimika Eltinus Omaleng meminta Satgas COVID-19 dan Dinas Pendidikan setempat mempersiapkan kembali penyelenggaraan sekolah tatap muka lantaran sudah hampir satu tahun siswa tidak bisa menerima pelajaran secara maksimal melalui metode pembelajaran daring.
“Sudah hampir satu tahun ini anak-anak sekolah tidak betul. Anak-anak saya sudah tidak mau belajar lagi walaupun ada istilah sekolah online. Ini tentu menjadi persoalan besar untuk generasi muda kita ke depan,” katanya.
Menurut Bupati Omaleng, penyelenggaraan pembelajaran daring tidak semudah yang dibayangkan, namun menemui seribu satu macam hambatan, terutama di daerah yang penyediaan fasilitas dan jaringan internet serta peralatan komunikasi yang serba terbatas.
Meski demikian, orang nomor satu di Kabupaten Mimika itu meminta pihak sekolah untuk memastikan penerapan protokol kesehatan yang ketat selama penyelenggaraan sekolah tatap muka agar sekolah tidak menjadi area kluster penyebaran COVID-19.
Kabupaten Mimika hingga kini tercatat sebagai salah satu daerah di Provinsi Papua dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi setelah Kota Jayapura, dimana hingga saat ini tercatat sudah lebih dari 5.000 orang terpapar virus corona baru itu dan 45 orang diantaranya telah meninggal dunia. (nus)

