MIMIKA,(timikabisnis.com) – Pembangunan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) resmi dimulai di Kabupaten Mimika melalui kegiatan peletakan batu pertama di kawasan Jalan WS Supratman, Selasa (7/4/2026).
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses hunian layak dan terjangkau, sekaligus mendukung program nasional pembangunan tiga juta rumah subsidi.
Program Kegiatan yang digagas oleh pemerintah pusat tersebut melibatkan sinergi antara pemerintah daerah, pengembang, serta perbankan sebagai penyalur pembiayaan.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Santy Sondang, menegaskan bahwa pembangunan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret dalam menjawab kebutuhan perumahan masyarakat.
“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk komitmen untuk menghadirkan hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan perumahan harus memperhatikan tidak hanya jumlah unit, tetapi juga kualitas tata ruang serta ketersediaan infrastruktur dasar seperti akses jalan, air bersih, sanitasi, dan fasilitas sosial.
Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen memberikan dukungan melalui kemudahan koordinasi, percepatan perizinan, hingga pengawasan pelaksanaan di lapangan.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Papua, Niko Kaviar, menyampaikan bahwa program rumah subsidi ini merupakan langkah strategis untuk memperluas akses hunian bagi MBR di wilayah Papua.
Program tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Indonesia (ASPRIN), dengan Timika sebagai titik awal pengembangan.
Menurutnya, program ini terbuka bagi masyarakat yang memenuhi kriteria, termasuk aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri yang belum memiliki rumah dengan penghasilan di bawah Rp8 juta per bulan.
“Program ini didukung pembiayaan dari APBN serta fasilitas uang muka atau DP 0 persen,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan keterlibatan sejumlah bank penyalur, di antaranya Bank Papua, Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN, untuk mendukung skema pembiayaan perumahan tersebut.
Pada tahap awal, pembangunan ditargetkan mencapai 1.000 unit rumah di Timika, dengan total pengembangan bertahap hingga 5.000 unit.
“Kami menjadikan Timika sebagai percontohan agar daerah lain di Papua dapat melihat bahwa program ini sudah berjalan,” tambahnya.
Program ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi kebutuhan hunian, tetapi juga mendorong pemerataan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Papua. (Liddya Bahy)

