Reses Daud Bunga di Kelurahan Pasar Sentral, Terima Aspirasi dari 17 Ketua RT  

TIMIKA (timikabisnis) – Anggota DPRK Mimika dari Fraksi Partai Gerindra, Daud Bunga, SH, melaksanakan kegiatan reses tahap II tahun 2026 di Jalan Busiri Ujung, Kelurahan Pasar Sentral, pada Rabu (15/7/2026).

Kegiatan ini dihadiri Ketua DPC Partai Gerindra Mimika Drs. Tanzil Asharie, Lurah Pasar Sentral Leni Tonglo, para Ketua RT, serta warga setempat.

Dalam arahannya, Daud Bunga menekankan peran strategis Ketua RT sebagai garda terdepan pemerintahan di tengah masyarakat. “Segala permasalahan warga pertama kali datang ke RT. Sebagai ujung tombak pelayanan, perangkat RT patut mendapatkan kesejahteraan yang layak,” ujarnya.

Ia juga membuka diri terhadap seluruh aspirasi warga. “Saya pun warga Pasar Sentral. Jika ada kendala di lingkungan, sampaikan langsung kepada saya, akan saya perjuangkan,” tambahnya.

Beragam Usulan Warga

Pada sesi penyampaian aspirasi, Ketua RT 12 Abdurahman mengusulkan pemasangan lampu jalan di wilayahnya yang hingga kini belum terakomodir.

Sementara itu, Ketua RT 13 Adrianus Anderson meminta perbaikan akses jalan di Gang Flora yang kondisinya masih buruk, terutama menyulitkan warga yang berobat ke Puskesmas. Ia berharap jalan tersebut dapat ditailing atau diaspal.

Kondisi jalan rusak juga disampaikan Ketua RT 6. Ia menjelaskan Gang Mutiara rusak parah akibat sering dilewati kendaraan ekspedisi, sehingga meminta agar perusahaan ekspedisi dipindahkan dari kawasan pemukiman.

Merespons hal tersebut, Daud menyatakan telah melakukan survei ke Gang Mutiara. “Nanti kita perbaiki drainasenya terlebih dahulu, baru dilanjutkan Tailing hingga pengaspalan. Semuanya memerlukan tahapan proses,” jelasnya.

Ia juga memotivasi para Ketua RT agar terus berbakti. “Kalian dipilih langsung oleh rakyat, maka teruslah berjuang melayani. Jika ada kendala yang tak teratasi, sampaikan ke saya untuk diperjuangkan ke pemerintah,” tegasnya.

Selain infrastruktur, Daud berharap para RT juga memprioritaskan masalah sosial. “Jalan dan lampu jalan memang prioritas umum, namun saya ingin tahu jika ada warga yang kesulitan makan, tidak memiliki hunian, atau tinggal di gubuk. Laporkan segera agar saya bisa bantu,” ujar politikus senior ini.

Usulan lain datang dari Ketua RT 5 Marten Moningka yang meminta pemasangan papan nama jalan di Gang Cempaka serta pengadaan motor sampah.

Dari RT 19, Eldorado menyampaikan banjir kerap melanda Jalan Tebai Tembusan, Jalan W.R. Supratman, dan Jalan Telaga Minang, karena saluran parit yang dibangun belum tersambung ke kali.

Sementara Ketua RT 18 Magal meminta normalisasi sungai Kali Petrosea agar luapan air tidak lagi merendam rumah warga saat hujan, serta memperhatikan akses pendidikan bagi warga kurang mampu di kawasan perumahan.

Ketua RT 09 Karapa menyoroti program air bersih. Pipa distribusi sudah terpasang, namun air belum mengalir ke rumah warga. Ia meminta percepatan penyelesaiannya.

Tanggapan dan Langkah Lanjutan

Daud Bunga menjelaskan kewenangannya sebagai anggota dewan terbatas, namun seluruh usulan akan ditampung dan diteruskan ke pemerintah daerah untuk dibahas dalam perencanaan.

Terkait usulan pengadaan motor sampah, ia menyatakan belum bisa diprogramkan karena banyak unit yang sudah ada rusak namun tidak ada perawatan rutin. Untuk harga pakan ternak yang mahal, pemerintah tidak bisa melakukan intervensi harga karena mengikuti mekanisme pasar. Solusinya, warga diminta membentuk kelompok ternak atau kelompok tani agar bisa mengajukan bantuan subsidi.

Khusus masalah air bersih, Daud menyampaikan DPRK telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) Air Bersih untuk menelusuri akar masalah dan mencari solusi terbaik.

Sementara itu, Ketua DPC Gerindra Tanzil Asharie mengapresiasi tingginya partisipasi warga. “Kehadiran 17 Ketua RT dalam satu kegiatan reses ini merupakan rekor. Semoga kinerja yang baik ini membuat masyarakat kembali mempercayai dan mendukung Bapak Daud Bunga di masa mendatang,” ujarnya.

Lurah Pasar Sentral Leni Tonglo menambahkan tahun ini kelurahan telah mendapatkan alokasi untuk 22 unit rehabilitasi rumah tidak layak huni dan 60 titik lampu jalan. Perbaikan jalan diprioritaskan di Gang Palem, Gang Sepakat, Gang Pisang, dan Gang Flora. Ia berharap usulan selanjutnya dilengkapi data akurat seperti nama jalan, panjang, dan lebar agar memudahkan pengajuan anggaran.

“Bapak Daud juga anggota Badan Anggaran, semoga aspirasi warga bisa disetujui dan diwujudkan. Mari kita sinergi dan kawal bersama,” imbuhnya.

Menutup pertemuan, Daud kembali menegaskan komitmennya untuk Pasar Sentral. “Saya terbuka setiap saat menerima laporan warga, khususnya yang tinggal di gubuk. Mari kita mulai dari hal kecil untuk mewujudkan hal besar. Segera bentuk kelompok tani dan ternak, nanti saya yang akan bantu urus bantuan pendukungnya,” pungkasnya.

Terpisah, Daud Bunga juga telah membagikan bantuan berupa 1.500 kursi serta sejumlah peralatan yang diserahkan kepada setiap lingkungan di Kelurahan Pasar Sentral. (don)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *