Rapat Dewan Smart City, Pemkab Mimika Siapkan Lompatan ke Pemerintahan Digital

MIMIKA, (timikabisnis.com)- Pemerintah Kabupaten Mimika terus memperkuat langkah menuju terwujudnya smart city melalui percepatan transformasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menjadi pemerintahan digital yang terintegrasi, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Mimika, Johannes Rettob saat membuka secara resmi Rapat Dewan Smart City Kabupaten Mimika yang dirangkaikan dengan Focus Group Discussion (FGD), di Hotel Horison Ultima, Rabu (8/7/2026).

Rapat yang digelar secara berkala setiap tiga bulan itu mempertemukan unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan kalangan profesional untuk menyatukan langkah dalam mendukung pengembangan Smart City di Mimika.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, dalam sambutannya, menegaskan bahwa rapat tersebut bukan sekadar forum diskusi, melainkan wadah pengambilan keputusan strategis untuk memastikan arah pembangunan Smart City berjalan sesuai target.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah membahas arah transformasi pelayanan publik dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menuju pemerintahan digital yang dinilai mampu menghadirkan layanan yang lebih terintegrasi, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“SPBE lebih berfokus pada administrasi, sedangkan pemerintahan digital menghadirkan pelayanan yang menyeluruh. Karena itu, kita harus mulai menentukan arah menuju pemerintahan digital,” ucap JR.

Menurutnya, capaian SPBE Kabupaten Mimika yang terus menunjukkan perkembangan menjadi modal penting dalam mewujudkan transformasi tersebut. Ia menilai keberhasilan daerah lain, seperti Kabupaten Sumedang, dapat menjadi referensi untuk memperkuat sistem pemerintahan berbasis digital di Mimika.

JR menegaskan, perubahan tidak hanya bergantung pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga pada komitmen seluruh perangkat daerah untuk membangun komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang kuat.

Selain itu, integrasi data antarlembaga menjadi fondasi utama agar pelayanan publik dapat berjalan cepat, akurat, dan berbasis data secara real time.

“Keberhasilan Smart City bukan diukur dari banyaknya aplikasi yang dimiliki, tetapi dari sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan pelayanan yang lebih mudah, lebih cepat, dan lebih baik. Kota cerdas lahir dari kolaborasi dan solusi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya. (*Lyddia Bahy*).

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *