MIMIKA, (timikabisnis.com)– Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat Kampung Sum, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, akhirnya dapat menikmati layanan listrik selama 24 jam penuh.
Kehadiran jaringan listrik dari PT PLN (Persero) menjadi tonggak penting dalam pemerataan akses energi sekaligus membawa harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
Layanan listrik yang kini beroperasi sepanjang hari merupakan hasil kolaborasi PLN dengan pemerintah melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
Sebanyak 105 calon pelanggan di Kampung Sum akan memperoleh sambungan listrik secara bertahap tanpa dikenakan biaya pemasangan, sehingga keluarga kurang mampu dapat menikmati akses energi yang lebih layak.
Sebelum jaringan PLN masuk, warga Kampung Sum mengandalkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) bantuan Kementerian ESDM. Namun, seiring rusaknya fasilitas tersebut, masyarakat terpaksa menggunakan genset pribadi dengan biaya bahan bakar yang cukup tinggi.
Kondisi itu kini berubah setelah PLN berhasil membangun jaringan kelistrikan baru yang mampu menghadirkan pasokan listrik stabil selama 24 jam.
Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, menyambut baik hadirnya layanan listrik permanen di Kampung Sum. Menurutnya, kehadiran listrik menjadi langkah strategis dalam mempercepat pembangunan di daerah terpencil.
“Kehadiran listrik bukan lagi sekadar impian bagi warga Kampung Sum. Ini adalah wujud kerja nyata pemerintah daerah bersama PLN untuk memastikan tidak ada lagi wilayah yang gelap gulita,” ucapnya, Jumat (31/7/2026).
Pembangunan infrastruktur kelistrikan di Kampung Sum bukan tanpa tantangan. Medan yang didominasi hutan lebat serta kondisi cuaca yang kerap berubah menjadi hambatan tersendiri dalam proses pengangkutan material, mulai dari tiang listrik hingga kabel menuju lokasi pembangunan.
Untuk melistriki kampung tersebut, PLN memanfaatkan Sistem Kelistrikan Tetar dengan membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 4,48 kilometer sirkuit, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 1,69 kilometer sirkuit, serta memasang satu unit gardu distribusi berkapasitas 50 kVA.
Infrastruktur tersebut menjadi fondasi utama dalam menghadirkan pasokan listrik yang lebih andal, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menegaskan bahwa penyalaan listrik di Kampung Sum merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mewujudkan pemerataan energi hingga ke pelosok Papua.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah pedesaan Fakfak, merasakan kemerdekaan dalam mengakses energi listrik. Meskipun harus menghadapi kondisi alam yang sulit, berkat dukungan masyarakat dan pemerintah daerah, pekerjaan dapat diselesaikan sehingga warga kini dapat menikmati penerangan secara maksimal. Komitmen PLN tidak akan pernah surut untuk menghadirkan terang hingga ke wilayah pelosok,” pungkas Roberth. (Lyddia Bahy).

